Beranda Nasional Lahan Bandara digugat,ini komentar Ardhita

Lahan Bandara digugat,ini komentar Ardhita

612
0
BERBAGI
GM Bandara Internasional Lombok (LIA),I Gusti Ngurah Ardhita
Koresponden koranmerah (23/2/2018)
Sebanyak 25 warga lingkar bandara membuat pengakuan mengejutkan.ke-25 warga tersebut ada yang mengaku tidak pernah dibayar dan ada yang mengaku tidak dilunasi oleh Angkasa dan Pemerintah Daerah atas pembayaran tanah yang sekarang menjadi bandara.dicaplok begitu saja tanah mereka oleh pemerintah waktu itu,  pada tahun 1995 silam.
Yang paling gerah dengan pengakuan ini tentu adalah pihak Angkasa Pura dan termasuk juga pemerintah daerah.karena waktu itu pemerintah daerah lombok tengah denggan tim 9 yang menjadi panitia pembebesan lahan.
Tidak hanya mengaku,ada 22 warga melayangkan gugatan ke pengadilan negeri praya dan pengadilan tinggi tata usaha mataram.secara resmi, pada tanggal 19 febaruari lalu melalui kuasa hukumnya Hamdan,warga mengunggat angkasa pura 1 dan pemerintah daerah lombok tengah ,dengan status menjadi tergugat 2.
Menanggapi gugatan ini,pihak angkasa pura melalui General Manager, GM Bandara Internasional Lombok (LIA), I Gusti Ngurah Arditha saat dimintai tanggapan terkait perkara ini.Ardita menjawab.
 “Segala data yang ada di kami, nanti akan kami tunjukkan di pengadilan sesui dengan prosedur hukum “ungkap Ardhita
Menurut ardita semua data pembelian lahan pada tahun 90an itu masih ada.pihak Angkasa Pura sudah mengecek data data itu,termasuk juga mengecek 25 nama yang katanya belum terbayarkan atau sudah terbayar namun tidak selesai.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah,yang waktu itu menjadi panitia pembebasan lahan “ujar ardhita.
Apakah dalam data itu ,nama nama yang mengugat itu sudah terbayarkan?
“Iya dalam data itu,ada nama mereka,sudah terbayarkan “jawab ardita.
Namun ardita tetap mengedepankan proses hukum.ia tak akan mereka-reka.
“kita siap,nanti kita sampaikan ke pengadilan,kan warga menempuh jalur hukum “pungkas ardhita.
Pembangunan Bandara Internasional Lombok memang menempuh jalan panjang,dari pembebasan lahan sampai pembangunan.kini setelah beroperasi sejak 2011 lalu,lahan bandara kembali menjadi sengketa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here