Beranda Nasional Pakai Bikini,Volley Pantai di kuta coreng brand Wisata Syariah,ini yang berkomentar

Pakai Bikini,Volley Pantai di kuta coreng brand Wisata Syariah,ini yang berkomentar

1374
0
BERBAGI
Peserta dari luar negeri pada volley pantai di pantai senek,Kuta,Lombok Tengah,NTB.
Koresponden koranmerah(26/2/2018)
Kegiatan  volley pantai dalam rangka event pesona bau nyale 2018 di pantai senek ,Kuta,Lombok Tengah,NTB ,yang sedang berlangsung saat ini,menuai keritik tajam dari sejumlah pihak.kritik itu datang dari tokoh muda dan pengamat olahraga di lombok tengah.
Ketua Pemuda Muslimin NTB,misalnya menyatakan bahwa kegiatan volley pantai di pantai seger kuta tersebut telah mencoreng adat istiadat dan nilai luhur budaya pulau lombok.dimana kritik ini disampaikan karena tampilan pakaian atlet volley yang hanya memakai celana dalam alias bikini saja.
“Itu ditempat ramai,dalam rangkaian acara adat bau nyale dan dibiayai daerah,masak kita harus mempertontonkan hal semacam itu.paling endak,diaturlah cara mainnya,terutama pakaiannya yang sungguh tidak sesui dengan adat istiadat kita,karena ditonton oleh banyak orang ”ungkap Fathurrahman,mengeluarkan kekesalannya.
Fathurrahman menyayangkan sikap panitia yang tidak mengatur pakaian atlet volley,terutama dari luar negeri.mereka tidak memberikan aturan,agar pakaian atlet tersebut disesuikan dengan kondisi di pulau lombok.
“Lombok itu ,dikenal dengan jargonnya seribu masjid,apalagi dengan dia di brandid oleh dunia,dengan kategori wisata halal,ini dunia yang brandid,sungguh tidak etis.”ketus anggota dewan Lombok tengah ini.
ketua Pemuda Muslimin NTB,Fathurrahman dan salah satu atlet volley pantai yang berjilbab.
Menurut fathurrahman menegaskan ,volley pantai yang digelar saat ini telah mencoreng wisata syariah,karena tidak sesui dengan norma adat dan norma agama di pulau lombok.
Pendapat yang sama disampaikan oleh Hasbi M.Nor,pengurus KONI Lombok Tengah.ia menilai bahwa volley pantai di pantai seger tersebut sudah melenceng dari UUD Sistem Keolahragaan.dimana setiap orang harus menjunjung tinggi sportivitas dan menjunjung tinggi nilai nilai etika,estetika dan nilai budaya setempat untuk kesehatan,kebugaran dan kegembiraan.
“Namun kegiatan volley pantai di pantai kuta,tidak jauh dari tempat ibadah,masjid nurul bilad,tapi penampilan atletnya tidak mencerminkan norma dan hukum budaya di lombok,apalagi brand NTB dengan pulau 1000 masjid “papar Hasbi.
Sementara itu,pantauan di lokasi volley pantai,kostum terbuka yang hanya memakai celana dalam dominan berasal dari peserta luar negeri,sementara peserta dalam negeri terlihat normal,bahkan ada yang memakai jilbab dan celana training yang tertutup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here