Beranda Hukum Kriminal Minta jaminan pemda,2 tahun D’MAX Hotel ‘sesak nafas’

Minta jaminan pemda,2 tahun D’MAX Hotel ‘sesak nafas’

1243
0
BERBAGI
Marina Salesa saat memberikan keterangan pers di Hotel D'MAX yang berlokasi di depan Bandara Internasional Lombok.
Koresponden koranmerah (10/3/2018)

Keberadan Hotel D’MAX di depan Bandara Internasional Lombok,NTB menjadi sangat strategis.namun sayangnya, hotel tersebut mengalami goncangan serius pada faktor keamanan.Pihak hotel membeberkan adanya tekanan dan intimidasi dari pihak tertentu,sehingga operasional hotel tidak berjalan dengan baik.Dalam keterangan persnya,manajemen D’MAX menerangkan,kondisi hotel tidak kondusif  sejak 2 tahun lalu.
“Ada intimidasi,ada tekanan, yang sangat mengganggu kami”.ujar Marina Salesa,manajer HRD Hotel D’MAX.
Faktor keamanan inilah yang membuat pihak hotel merasa jenuh dan tak tahan.marina mengungkapkan juga, selama ini pihak hotel sudah menahan nafas menghadap situasi keamanan ini, namun pihak hotel sudah tidak punya alternatif lagi,selain penutupan.
“Ini sudah keputusan final,bukan ancaman lagi,pemilik sudah membuat keputusan itu.”beber perempuan bermarga Tobing itu.
Bahkan menurut marina, pemilik ingin menutup langsung, namun mengingat ada sejumlah event yang sudah booking, maka niat tersebut dapat diredam untuk sementara.
“Kita diberi tenggat waktu sampai 31 maret ini untuk menyelesaikan semua kontrak kerja dengan klien karena ada event yang belum jalan.”kata marina.
Untuk itu,pihak manajemen DMAX berharap pemerintah daerah memberikan perlindungan terhadap keamanan,sehingga hotel dapat beroperasi dengan baik,agar tidak terjadi penutupan.
“Ada 125 pekerja,dan 90 persennya adalah orang lombok,kalau ditutup,kita rugi semua.kita minta jaminan keamanan dari pemerintah, terutama pemda lombok tengah.jika jaminan keamanan itu ada,mungkin ya,pemilik bisa berubah pikiran,siapa tahu.”pinta marina.
Sementara terkait dengan tuntutan pegawai yang melakukan aksi mogok kerja kemaren,marina menyebutkan.
“Itu urusan internal hotel ya,kita sudah melakukan mediasi,6 tuntutan mereka sudah terpenuhi,tinggal 1 saja,yakni agar saya diberhentikan dari hotel ini.karena tuntutan ini juga,maka pemilik memilih untuk menutup hotel ini.”ujar marina.
Sementara itu,terlihat polisi berjaga jaga di depan hotel D’MAX.Pihak manajemen hotel meminta penjagaan hingga tanggal 31 maret mendatang sampai waktunya hotel benar benar tutup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here