Beranda Traveling dan Wisata Bupati KLU: Pawai ogoh ogoh sarana pemersatu

Bupati KLU: Pawai ogoh ogoh sarana pemersatu

561
1
BERBAGI
Bupati KLU,Najmul Ahyar Saat memukul Gong membuka pawai ogoh ogoh
Koresponden koranmerah (17/3/2018)

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.
Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa.
Menurut dewa ketut sudane ketua panitia perayaan ogoh ogoh di kabupaten lombok utara mengatakan bahwa saat ini jumlah ogoh ogoh yang diarak se kabupaten lombok utara sebanyak 25 ogoh-ogoh.
“Untuk membuat ogoh ogoh membutuhkan biaya 8-10 juta rupiah namun untuk ogoh ogoh yang agak besar bisa mencapai 15 juta rupiah.”terang Dewa Ketut.
Ogoh ogoh tersebut berasal dari tiap banjar yang ada di klu yang ikut memeriahkan datangnya tahun baru saka 1940.
Namun sebelum memasuki tahun baru saka 1940 ini terlebih dahulu umat hindu melakukan perayaan upekare paceklut tingkat kabupaten yaitu menyucikan buana alit penyucian diri dan buana agung yaitu penyucian alam semesta.
untuk menjaga buana alit dan buana agung itu maka umat hindu mengadakan catur brata penyepian atau 4 pengendalian diri diantaranya amati karya, amati lelungan, amati lelanguan dan amati geni.
Sementara itu pada pawai ogoh ogoh kali ini di hadiri oleh bupati lombok utara yang pada kesempatan itu juga mengucapkan selamat hari raya nyepi bagi umat hindu di lombok utara.
“Setiap agama itu memiliki nilai kebaikan maka ia berharap agar warga lombok utara mengedepankan persamaan dari pada perbedaan agar kerukunan beragama terus terjalin di lombok utara.”kata Najmul Ahyar.

1 KOMENTAR

  1. Terima kasih Koran Merah yang turut serta ambil bagian memasyarakatkan Rangkaian Perayaan Hari Raya Nepi Çaka Warsa 1940/ Tahun 2018 yamg mana sebelum pu cak hari Nyepi didahului dengan Pawai Ogoh Ogoh dan di lanjutkan Upakara Manca Kelud di pusatkan di Pura Dalam Tanjung Kab. Lombok Utara. Semoga Koran Merah Terus Maju dan Berjaya merajut Kebhinekaan Umat Beragam di Tanah Air Indonesia pada umumnya dan Kebhinekaan Umat Beragama di Kabupaten Lombok Utara pada Khususnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here