Beranda Nasional 1 tahun untung,20 tahun sengsara

1 tahun untung,20 tahun sengsara

313
0
BERBAGI
Salah satu penampakan kondisi Hutan di Kab.Dompu,NTB
Koresponden koranmerah (Kamis,22/3/2018)

Wahana Lingkungan Hidup,Walhi NTB terus menyorot kemerosotan kualitas lingkungan hidup yang akhir akhir ini sudah pada tingkat keparahan yang sangat.hal ini dibuktikan dengan meningkatnya bencana alam longsor dan banjir terutama di daerah yang hutannya sudah ditebang habis.
Direktur Wahli NTB,Murdani menyebutkan sejumlah hutang lindung kini berubah pungsi menjadi ladang lindung.program jagung yang digalakkan oleh pemerintah di pulau Sumbawa telah menghasilkan dampak bagi kerusakan hutan di NTB.kini dari 1 jutaan hutan NTB,hanya tinggal setengahnya saja.ini diakibatkan oleh penebakan hutan untuk menjalankan program jagung tanpa melakukan pengelolaan hutan yang baik untuk menekan resiko yang terjadi.
“Hutan lindung berubah menjadi ladang lindung,ini yang terjadi.”ungkap Murdani.
Direktur Walhi NTB,Murdani (topi) saat memberikan materi
Murdani menyebutkan dampak dari program jagung yang membabat habis hutan di pulau Sumbawa memang terasa selama 5 tahunan ini, namun dampaknya yang cukup besar lagi tak di antisipasi oleh pemerintah.
“Penduduk bima,dompu dan sumbawa itu, yang tadinya tidak mampu menjadi mampu,yang sederhana menjadi kaya,tidak ada yang tidak mampu menyekolahkan anaknya.tapi apa yang terjadi,dalam 5 tahun,dalam satu kali banjir saja di bulan desember 2016 dan 7 januari 2017,itu banjir.itu butuh 20 tahun untuk mengumpulkan uang,untuk membangun yang terkena banjir,agar di kembali seperti semula.”terang Dani.
Dengan penjelasan seperti itu,Dani menyatakan perbandingan lurusnya antara kerugian dengan keuntungan, 1 berbanding 20.dengan menggunduli hutan,masyarakat mendapatkan 1 tahun keuntungan tapi akan rugi selama 20 tahun.
Dengan begitu Walhi NTB meminta pemerintah propinsi dan pusat untuk segera membenahi hutan di NTB.jika tidak,maka bahaya bencana alam akan terus mengintai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here