Beranda Publik Politik Pemenang Pilkades Sokong, Marianto akhirnya ditahan Polres KLU

Pemenang Pilkades Sokong, Marianto akhirnya ditahan Polres KLU

1873
0
BERBAGI
Marianto mengenakan baju tahanan
Koresponden koranmerah (6/4/2018)

Satuan Reskrim Polres Lombok Utara, akhirnya resmi menahan tersangka Marianto. Polres Lombok Utara menahan Marianto atas kasus dugaan memberikan keterangan palsu (ketarngan ijazah palsu red-) pada saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Sokong di Pemilihan Kades Sokong,  Kecamatan Tanjung Oktober 2017 lalu. Penahanan dilakukan setelah melalui koordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Mataram. Demikian diungkapkan, Kasat Reskrim Polres Lotara, AKP Kadek Matria, SH., Jumat (6/4).

“Ya benar, Marianto kita titip sementata di Polda NTB, saat ini sudah di Polda NTB,”ujarnya.

kasatreskrim Polres Lombok Utara AKP Kadek Matria
Kasat Reskrim menegaskan, langkah penahanan itu dilakukan dengan alasan yang berangkutan di kuatir kan melarikan diri. Demikian juga dengan penitipan sementara itu dilakukan setelah Polres Lotara meminta pertimbangan pihak Kejari.

“Kita belum limpahkan ke kejaksaan karena P21 masih dalam proses. Jadi kita titip saja dulu di Polda,”tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Marianto di tetapkan tersangka pada November 2017 lalu, setelah melalui ekspose bersama jajaran Polres dengan memaparkan alat bukti dan keterangan dari puluhan saksi-saksi dan saksi ahli. Kasus Marianto dianggap telah memenuhi persyaratan dua alat bukti sesuai pasal 184 KHUP.

“Kami sudah menetapkan tersangka atas kasus dugaan ijazah palsu yang telah masuk laporan masyarakat pada tanggal 23 Agustus lalu,”terang Kadek Matria.

Untuk diketahui, Marianto merupakan calon kades yang terpilih pada Pilkades Sokong pada tanggal 19 Oktober lalu. Marianto berhasil meraih suara tertinggi dibandingkan empat calon kades lainnya. Namun, Marianto dilaporkan lantaran diduga telah memberikan keterangan palsu saat proses pendaftarannya yakni tidak bisa membuktikan bahwa dirinya tamat dan memilki ijazah Sekolah Menenagah Pertama (SMP) dan mengganti dengan surat ketarnagn yang diduga palsu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here