Beranda Hukum Kriminal Polres Dompu Gelar Rekonstruksi Pembunuhan di Ama La Habe, Ada Cerita Sadis

Polres Dompu Gelar Rekonstruksi Pembunuhan di Ama La Habe, Ada Cerita Sadis

293
0
BERBAGI
Para tersangksa saat rekonstruksi
Koresponden Koranmerah (11/05/2018)

Polres Dompu pada Rabu sore sekitar pukul 17.30-19.30 Wita menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Irwan alias Tofan (23) dan Imran (15) di Dusun Kabuntu Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu-NTB pada pertengahan bulan Februari 2018 lalu.
BACA JUGA : Bupati Bima komentari Tabungan ‘Ta Rimpu’ untuk Asuransi Jagung
BACA JUGA : Tentara Turun Tangan bersihkan Jangkuk
Reka ulang tersebut dilaksanakan di persawahan tepat di belakang Mapolres Dompu dilakukan oleh Sat Reskrim  dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Daniel P. Simanungsong, S. IK dan dihadiri oleh Kasi Pidum Kejari Dompu, Catur Hidayat, SH beserta para Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dompu.
“Rekonstruksi tidak mengundang pihak keluarga korban untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Kasat
Rekonstruksi yang berlangsung hingga malam hari itu, berlangsung sebanyak 120 adegan.Enam orang tersangka dihadirkan yakni Amr alias Angga, Irf, Sfr alias Rambo, Spd, Us dan Her. Seorang saksi kunci juga dihadirkan dalam kegiatan itu.
Sejumlah fakta terungkap dalam reka ulang itu.Antara lain antara korban (Tofan) dengan para tersangka sudah saling mengenal bahkan berteman dan motif pembunuhan bukan karena korban mencuri ayam di kandang yang dijaga oleh keenam tersangka itu sebagaimana yang santer diberitakan saat itu, melainkan gara-gara uang Rp. 150 ribu.
“Hanya karena uang 150 ribu kedua anak itu dibunuh,” ungkap Kasat Reskrim, AKP Daniel P. Simanungsong, S. IK.
Kasat Reskrim menceritakan kronologisnya. Pada dua bulan sebelum kejadian, para tersangka dan korban (Tofan) patungan uang untuk membeli miras. Setelah terkumpul uang sejumlah Rp. 150 ribu, uang itu dibawa kabur oleh Tofan.
Beberapa saat menjelang terjadinya tragedi pembunuhan itu, salah seorang tersangka (Her) bertemu dengan korban Tofan dan korban Imran dibonceng oleh seseorang. Selang beberapa saat kemudian, kedua korban dijemput oleh salah seorang tersangka dengan alasan makan ayam bakar.
Tersangka saat melakukan adegan
Setelah kedua korban duduk bersama keenam korban, salah seorang tersangka (Amr) menanyakan uang Rp. 150 ribu itu kepada korban Tofan. Namun korban menjawab ketus “Apa uang bapakmu yang saya bawa ?,” Jawaban itu  membuat tersangka Amr naik pitam lalu meninju korban Topan. Korban juga sempat membalas dengan melayangkan tinju juga kepada tersangka. Buntutnya tersangka Amr membacok korban dengan belati yang diselipkan di balik bajunya.
Korban Tofan sempat lari, namun dikejar oleh tiga tersangka dan membacoknya berkali-kali hingga tersungkur. Melihat adegan memilukan itu, korban Imran hendak kabur namun dicegat oleh dua tersangka lainnya. Sempat terjadi adu jotos, namun karena korban Imran sendiri sehingga mengalami beberapa bacokan dari para tersangka menggunakan parang.
Jasad kedua korban yang telah tak bernyawa pada malam itudisembunyikan di rerumpunan pohon pisang dan pada dini harinya dilakukan mutilasi dan dimasukkan dalam karung yang selanjutnya dibuang di tempat tersembunyi di bawah saluran air belasan meter dari lokasi kandang ayam itu. (Syukur Bima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here