Beranda Nasional Program Gisa Tak Sesui Janji, hanya ‘Penyemoh-nyemoh’. Kasta NTB Kritik Penyelenggara

Program Gisa Tak Sesui Janji, hanya ‘Penyemoh-nyemoh’. Kasta NTB Kritik Penyelenggara

468
0
BERBAGI
Bams hery, Sekjend Kasta NTB
Koresponden Koranmerah ( Rabu, 23/05 )

Penyelenggaraan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk yang diselenggerakan pemerintah pusat di Lombok Tengah dinilai gagal.Pasalnya apa yang dijanjikan oleh pemerintah tidak sesui dengan kenyataan. Dimana pemerintah menjanjikan masyarakat yang mengurus KTP elektroniknya dan Administrasi kependudukan lainnya akan bisa jadi langsung pada pelaksanaannya dari tanggal 14-16 mei 2018 lalu.
BACA JUGA : EDITORIAL KHUSUS: Center for Indonesian Reform Ulik dampak Debat dan ‘Reka’ Pemenang Pilgub NTB
Kritik ini dilontarkan oleh Kasta NTB yang mengungkapkan Program Gisa untuk NTB yang dipusatkan di Lombok Tengah tidak sesui dengan gembar gembornya bahkan mengundang kecewa masyarakat.
“Banyak menuai kritikan dari masyarakat yang merasa kecewa dengan kinerja Dukcapil Lombok Tengah yang dianggap lamban dalam menerbitkan KTP penduduk. Dasar masyarakat mengungkapkan kekecewaan tersebut dikarenakan dalam pengumuman yang diungkapkan oleh Dukcapil Lombok Tengah melalui Petugas Registrasi (PR) masing-masing desa adalah KTP yang akan diproses ketika dibencingah kemarin akan langsung jadi hari itu juga tanpa ada penundaan.Tapi buktinya sampai tanggal 22 masih banyak masyarakat yang memproses KTPnya tidak kunjung jadi.”kata Bams Hery, Sekjend Kasta NTB.
Hery menuding penyelenggara tidak menempati janjinya kepada masyarakat sehingga kesannya Program Gisa hanya pemoles semata untuk menutupi amburadulnya pengurusan KTP elektronik.
“Kami mengkritik keras kinerja Dukcapil.Ini namanya pembohongan public.toh ujungnya sama saja.masyarakat harus menunggu.”tandasnya
Sementara itu pendiri Kasta NTB,Muhanan berharap pemerintah tidak bertele-tele dalam mengurus KTP elektronik masyarakat yang sudah mahfum menjadi keluhan karena saking lamanya.
“ Kami menyayangkan jika program ini hanya dipakai sebagai “Penyemoh-nyemoh” (sekedar janji manis ) rakyat loteng dan jangan sampai ada tujuan politiknya untuk pilkada 2018 yang akan datang.”Ujar Muhanan
Muhanan juga mengharapkan agar setiap program yang sedang dilaksanakan saat ini di NTB punya niat baik bukan sekedar sebagai pemanis semata untuk keperluan Politik semata.
“Kami meminta pemerintah tidak mengibuli masyarakat.katanya jadi sehari,eh taunya sampai sekarang masyarakat masih nunggu.sama aja bohong.”pungkas pria berlatar pengacara ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here