Beranda Hukum Kriminal Mahasiswi Cantik UIN Mataram Asal Lajut Hilang. Keluarga Sempat Ke Dukun Tapi...

Mahasiswi Cantik UIN Mataram Asal Lajut Hilang. Keluarga Sempat Ke Dukun Tapi Akhirnya Lapor Polisi

763
0
BERBAGI
Hartiniati (24) asal Kandong Desa Lajut Kecamatan Praya Lombok Tengah
Koresponden Koranmerah ( Sabtu, 09/06)

Seorang mahasiswi yang masuk semester akhir di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, menghilang sejak akhir Februari 2018 lalu. Mahasiswi tersebut diketahui bernama Sukmi Hartiniati (24) asal Kandong Desa Lajut Kecamatan Praya Lombok Tengah.
Terhitung telah empat bulan Sukmi menghilang. Menurut keterangan sepupunya, Bayu dia menghilang lantaran permasalahan sepele dengan ibunya. “Anak ini biasanya penurut, kalau disuruh beli minyak ke Pertamina nurut aja, Cuma masalah sepele akhirnya dia pergi gak pulang-pulang,” ujar Bayu melalui sambungan telepon, Sabtu, 09 Juni 2018.

BACAJUGA; http://www.koranmerah.com/2018/06/09/kasihan-rumah-warga-bima-ini-dilalap-si-jago-merah/

Uniknya, hilangnya Sukmi merupakan kedua kalinya. Dahulunya, dia pernah menghilang dibawa sang kekasih. “Ini hilang kedua kalinya. Dulu ketemu di rumah bibi pacarnya. Sekarang gak ada kontak dari Februari itu. Ada yang inbox kasi tahu kalau dia ada di rumah keluarganya, Cuma pas saya cari kemarin orangnya sudah kabur,” ungkapnya.
Akibat menghilang, korban tidak dapat mengikuti wisuda yang digelar tahun ini. Padahal pihak keluarga sangat berharap dia menuntaskan kuliahnya. Keluarga juga akan menuruti keinginan Sukmi jika ia ingin menikah dengan sang kekasih.
“Kita pingin baik, kalau dia pingin nikah, ayo kita nikah (kan), Cuma dia kayak dibawa kabur sama laki-laki ini, itu masalahnya,” pungkasnya.
Karena telah empat bulan menghilang, keluarga akhirnya berinisiatif untuk melaporkan peristiwa tersebut pada Polres Lombok Tengah. Polisi juga telah meminta keterangan pada ibu korban untuk mengetahui kronologis dan motif korban menghilang atau kabur dari rumahnya.
“Udah lapor ke polisi, kemarin ditelpon, terus tadi siang diminta keterangan ibu untuk penyelidikan,” jelasnya.
Ketakutan keluarga jika Sukmi dibawa keluar daerah, bahkan ibu korban terus menangis mengetahui anaknya menghilang. Ayah korban yang mengalami riwayat sakit jantung bahkan tak bisa berkata apa-apa akibat kaget mengetahui anaknya menghilang.
“Ibu nangis-nangis terus, kalau saya ketemu pasti (ibu) nangis. Saya bilang dia baik-baik aja, tapi teman kosnya (Sukmi) bilang kemarin (Sukmi) pernah kesurupan. Cuma saya tanya di mana hatinya laki-laki, saya nikahin meskipun dia gak punya biaya. Paman saya (bapak korban) sakit jantung dari dulu, gara-gara masalah ini jadi gak bisa ngomong dia,” tuturnya.
Keluarga berharap jika ada yang mengetahui keberadaan korban dapat menghubungi pihak keluarga atau kepolisian.
Keluarga Mencari Petunjuk Hingga ke Dukun
Sementara kakak kandung korban Susila Budiatin yang memberikan keterangan di kepolisian, membeberkan bahwa indikasi kuat adiknya dibawa oleh seorang pria berinisial DD. Dia mengaku perubahan sikap Sukmi setelah berkenalan dengan DD mengalami perubahan.
“Sukmi anak gadis yang patuh dan peduli sama orang tua dan keluarganya, namun ketika kenal sama laki-laki yang namanya DD (inisial) seketika itu semua jadi berubah, dia jadi pembangkang, tukang bohong bahkan jarang pulang ke rumah. Pandangannya kosong dan menjadi sangat labil seperti kena hipnotis. DD oleh tetangganya dikenal sebagai laki-laki yang memiliki perangai yang kurang baik di lingkungan tempat tinggalnya, dia tinggal berdua bersama ibunya sampai informasi terakhir yang saya dengar DD dan ibunya sudah tidak tinggal lagi di rumah itu karena kabarnya rumah itu sudah disewakan ke orang lain. Alamatnya di Banjar Dasan Agung Mataram,” ungkapnya.
Menurut keterangan Susila, tepat pada Sabtu malam, 10 Februari 2018 terjadi perselisihan antara Sukmi dan ibunya. Sukmi akhirnya nekat kabur dari rumah. Sebelum kabur dari rumah, dia pergi ke rumah tetangganya. Ibunya mengira akan menginap di rumah tetangganya yang menjadi teman curhat Sukmi, namun pada malam hari Sukmi pergi. Entah ada yang jemput atau tidak, tetangga dan keluarganya tak mengetahuinya.
“Sehari, dua hari, satu minggu sampai dua minggu berlalu keluarga masih saja membiarkannya tanpa kabar karena memang biasanya kalau dia pulang ke kos dua minggu bahkan tiga minggu sekali baru pulang ke rumah. Merasa selama tiga minggu itu benar-benar gak ada kabar ibunya mulai khawatir kemudian mulai menghubungi nomornya, tetapi nomornya tidak pernah aktif,” jelasnya.
“Hari semakin hari ibunya merasa resah dan akhirnya dia meminta bantuan sama anak sepupunya untuk minta dicarikan keberadaannya. Ketika ditelpon oleh sepupu itu nomernya aktif dan sempat berbicara dan ngasih tahu kalau dia itu tinggal di rumah temannya yang di Gerung. Tetapi tanpa memberitahu nama desa dan dusunnya, bahkan ketika itu dia berjanji mau pulang namun ditunggu-tunggu tetap saja dia tidak pulang-pulang,” tuturnya.
Sebulan kemudian ibu korban mendapat kabar bahwa korban pernah ke rumah bibinya di Labuapi Lombok Barat. Saat itu Sukmi meminjam uang Rp 10 ribu, bantal dan juga sarung. Bibinya menasehatinya dan menanyakan tempat tinggalnya saat ini, namun Sukmi hanya memberitahu bahwa dia tinggal di Parampuan Lombok Barat, tanpa memberitahu jelas alamatnya.
“Sang kakakpun tidak tinggal diam, dia mencarinya ke mana-mana, menanyakan ke teman-teman kelasnya, namun jawaban mereka sama. Mereka tidak pernah melihatnya bahkan tidak pernah ketemu dia meski sering ke kampus, kalaupun ketemu paling hanya salaman lalu pergi dengan urusan masing,” ucapnya.
Keluarga bahkan sempat mendatangi rumah orang pintar untuk mengetahui keberadaan Sukmi. Bahkan dua orang pintar didatangi, namun sayang jawaban mereka berbeda-beda.
“Selama ini keluarganya tidak tinggal diam bahkan dia pergi mendatangi rumah orang pintar guna untuk menanyakan keberadaannya, tidak hanya satu bahkan dua orang sekaligus mereka datangi dan jawabannya pun macam-macam ,ada yang bilang dia ngekos di Gomong,” terangnya.
Sebelumnya menghilang kedua kalinya, Sukmi pernah menghilang pertama kalinya. Dia dibawa oleh sang kekasih DD. Dahulunya saat Sukmi menghilang, setiap malam saudaranya mendatangi rumah DD, akhirnya Sukmi berhasil ditemukan di rumah keluarga DD. Sehingga pihak keluarga merasa yakin hilangnya Sukmi berkaitan dengan DD. ()*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here