Beranda Nasional Wapres Di Desa Dakung: Bukan Saja Badannya Kerdil Tapi Otaknya Kerdil

Wapres Di Desa Dakung: Bukan Saja Badannya Kerdil Tapi Otaknya Kerdil

555
0
BERBAGI
Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat memberikan sambutan di desa Dakung, Lombok Tengah, NTB
Koresponden Koranmerah ( Kamis, 5/7)

Wakil Presiden (Wapres) hari ini, Kamis (5/7) berkunjung  ke desa Dakung Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Kunjungan ini dalam rangka memantau program pengentasan stunting yang sedang digalakkan oleh NGO yang dibiayai oleh Bank Dunia. Hadir dalam acara ini juga presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim. Tak hanya itu hadir juga sederetan menteri, mulai dari menteri kesehatan, menteri keuangan, menteri desa, menteri perdagangan, menteri desa dan menteri PU PR.
Wapres tiba di kantor desa sekitar pukul 10 pagi. Ia disambut ribuan warga desa dakung yang berjejer dipinggir jalan.Ia satu mobil dengan gubernur NTB, M.Zaenul Majdi, sementara presiden Bank Dunia Kim bersama Cagub NTB, Zulkifliemansyah.
Dalam sambutannya Wapres menyatakan bahwa apa yang terjadi saat ini dengan munculnya penyakit stunting atau pertumbuhan yang tidak normal ini tidak lepas dari dampak kehidupan masyarakat 30 tahun lalu. Saat itu masyarakat belum terpenuhi gizinya dengan baik. Untuk itu JK menyatakan saat ini tidak boleh lagi terjadi seperti itu kembali.
“Kita ini bicara tentang stunting dalam bahasa Indonesianya itu kerdil. Jadi kita bicara kekerdilan. karena kalau anak anak kita kerdil, bukan saja badannya yang kerdil tapi otaknya kerdil. sehingga cara berpikirnya cara bertindaknya tidak maksimal. Apa yang kita lihat hari ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan 30 tahun yang lalu.”.ungkap Jusuf Kalla.
Untuk itu, menurut JK, program yang sedang dilakukan oleh NGO dan dibiayai oleh Bank Dunia ini harus lebih baik dari program pemerintah yang sudah diterapkan sebelumnya. Sejak dulu memang bayi diberikan pelayanan di posyandu tapi masih belum maksimal dilakukan karena masyarakat pun kurang kesadarannya akan hidup sehat. sehingga saat ini sudah tepat jika seluruh element pemerintah dan masyarakat bersinergi dalam melawan kekurangan gizi bagi bayi dan anak.
“ Maka itulah sebabnya ada sejumlah menteri disini dengan tujuan semua pihak bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi ibu hamil, bayi dan anak.” Kata JK.
JK mencontohkan misalnya dengan adanya menteri desa, maka dana yang milyaran rupiah tersebut bisa dianggarkan untuk kepentingan peningkatan gizi dan kesehatan.sama halnya dengan kehadiran menteri PU PR, dimana dalam meningkatkan kesehatan dibutuhkan infrastruktur sarana kesehatan.
“ Harus ada wc yang bersih misalnya. Kalau kakus (wc) dipinggir sawah macam macam, bisa penyakit macam macam.Anak kita tidak akan sehat, bisa cacingan.nah itu menteri keuangan, tentu semua program tanpa dana tidak akan bisa jalan.”kata JK mencontohkan.
Wapres saat meninjau program keluarga harapan (PKH) di desa Dakung, Lombok Tengah, NTB
Oleh karena itu JK berharap semua pihak untuk bersatu, agar semua program yang ada di daerah bisa terlaksana dengan baik.
Setelah sambutannya. JK sempat berdialog dengan kepala desa dakung mengenai perkembangan program pengentasan stunting. Setelah itu JK meninjau sarana posyandu dan perkembangan Program Keluarga Harapan di desa itu.

BACA JUGA: Suhaili Tak Terlihat, Malah Zulkifliemansyah Yang Muncul. Ini Kata Wapres JK Saat Berkunjung Ke Loteng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here