Beranda Nasional Ketika Wapres Bilang NTB Daerah Kontroversial

Ketika Wapres Bilang NTB Daerah Kontroversial

323
0
BERBAGI
Wapres saat berkunjung ke desa Dakung Lombok Tengah

Koresponden Koranmerah ( Jumat, 6/7)


Kunjugan  Wakil Presiden ke desa Dakung Lombok Tengah, NTB membuka sejumlah pikiran Jusuf  Kalla tentang NTB. Dalam sambutannya dihadapan sejumlah menteri dan presiden Bank Dunia, termasuk Gubernur NTB dan juga pejabat lainnya. Wapres menyebut NTB adalah daerah yang kontroversi.

Sebabnya tak lain adalah wapres melihat NTB menjadi salah satu pemasok tembakau nasional terbesar dan diminati oleh perusahaan rokok. warganya banyak menanam tembakau ditengah kampanye tentang kesehatan digalakkan. menurut JK, kondisi ini bertolak belakang dengan usaha pemerintah yang mati matian mengajak warga untuk berperilaku sehat.

“ Ini memang daerah agak sedikit kontroversi, minta maaf. Karena dimana-mana tembakau. Ya kan. Padahal kita juga kampanye, jangan banyak merokok, gitu kan. Kita tidak melarang seratus persen tapi jangan terlalu banyaklah merokok, nanti habis dibakar aja.” Seloroh wapres.

Wapres melanjutkan, agar gubernur dapat mencarikan tanaman yang lain selain tembakau. Secara pelan pelan wapres berharap agar masyarakat beralih ke tanaman lain yang lebih menghasilkan dan aman bagi kesehatan.

“ Nanti pak gubernur, kepala desa nanti carikan tanaman yang lebih baik daripada tembakau. Tidak bisa dilarang sebelum ada penggantinya, ya kan. Mungkin tanam sayuran, tanam apa gitu.” kata wapres.

Untuk itu wapres menekankan, terkait dengan kesehatan agar menggerakkan seluruh element masyarakat untuk hidup sehat dengan cara memperbaiki kualitas kehidupan ekonominya. Wapres juga menyerukan agar tokoh masyarakat dan tokoh agama bersama pemerintah dapat membangun gerakan bersama guna bersama sama memperbaiki kualitas perekonomian masyarakat.

“ Tidak hanya masjid harus bagus, tapi kebun juga harus bagus.” Kata wapres menganalogikan.

BACA JUGA: TGB: NTB Gudang Program, Lahan LSM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here