Beranda Hukum Kriminal Dugaan Penganiyaan Kader HMI Dompu, 9 Polisi Diperiksa

Dugaan Penganiyaan Kader HMI Dompu, 9 Polisi Diperiksa

243
0
BERBAGI
Kader HMI Dompu saat bertemu kaporles Dompu terkait dugaan penganiyaan kader HMI oleh oknum polisi

Koresponden Koranmerah ( Rabu, 25/7)


Terkait dugaan penganiayaan terhadap Arif Wahyuddin, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, pada Jum’at malam lalu,  maka Sat Reskrim Polres Dompu telah memeriksa 9 (sembilan) orang polisi Satuan Sabhara yang bertugas patroli pada malam itu. Demikian keterangan Kasat Reskrim Polres Dompu,  AKP Daniel P Simangunsong, S. IK kepada sejumlah awak media,  Selasa (24/7).

“9 orang anggota Sabhara itu sudah kami periksa,” ungkapnya.

Dikemukakan Daniel, kesembilan anggota kepolisian itu telah diperiksa satu demi satu dan dicecar dengan sejumlah pertanyaan terkait dugaan penganiayaan yang mereka lakukan terhadap korban Arif Wahyuddin. Daniel menyebutkan tak tertutup kemungkinan memang benar terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh petugas saat itu.

Namun untuk menjawab hal itu, korban harus bersedia dilakukan pemeriksaan. Diungkapnya, pasca insiden di depan Warnet Amanda malam itu, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Dompu guna dilakukan visum et repertum meskipun korban bersikukuh untuk tidak dibawa ke RSU. Selepas itu, pihak kepolisian menghubungi pihak keluarganya dan menyerahkan korban kepada pihak keluarganya.

Sepeda motor yang dikendarai korban juga telah dikembalikan kepada pemiliknya yang menjadi ipar korban dan juga merupakan anggota kepolisian Sat Sabhara rekan kerja dari 9 anggota kepolisian yang melakukan patroli malam itu. Ditegaskan Daniel, pemeriksaan terhadap 9 (sembilan) orang anggota kepolisian tersebut dilakukan guna mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya dan dapat melakukan langkah penegakan hukum tanpa pandang bulu.

“Siapapun yang terbukti telah melakukan pelanggaran, pasti akan berhadapan dengan proses hukum bila terbukti bersalah,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here