Beranda Hukum Kriminal LSM Lidik Sebut Proyek Waduruka Bima Penuh Kejanggalan

LSM Lidik Sebut Proyek Waduruka Bima Penuh Kejanggalan

334
0
BERBAGI
Proyek Dermaga di desa Waduruka Bima

Koresponden Koranmerah ( Minggu, 5/8)


Pembangunan Dermaga di desa Waduruka, Bima disorot oleh sejumlah pihak. mereka menilai proyek tersebut penuh kejanggalan. Hal ini seperti disampaikan oleh Sirnawan dari LSM Lidik.

Menurutnya, pembangunan Dermaga tersebut tidak dikerjakan sesui standar prosedur yang ada, baik dari penimbunan hingga pengadaan material. Ia menduga ada mark up, yang mana tanah untuk penimbunan dermaga seharusnya tanah murni tetapi oleh pihak kontraktor menggunakan batu untuk penimbunan.

Tak hanya itu, seharusnya pada saat penimbunan harus dilakukan pemadatan dengan memakai alat Vibro supaya pemadatan itu maksimal, akan tetapi oleh pihak pelaksana semua tidak dilakukan.

” Secara kualitas pun masih diragukan kalau melihat dari proses pengerjaannya. Ironisnya lagi bahwa material yang dipakai untuk menimbun tersebut masih menggunakan batu. kalau seperti itu maka dermaga tersebut akan cepat ambruk karena tidak disertai dengan pemadatan yang rutin dengan mengunakan Vibro. Secara konstruksi pekerjaan tersebut gagal total,” Terang Sirnawan.
Direktur LSM Lidik, Sirnawan

Lebih lanjut Sirnawan mengungkapkan pada saat timnya turun lapangan guna memantau langsung proses pengerjaan dermaga tersebut, ia menemukan sejumlah kejanggalan.sehingga pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait atas temuannya itu.

” Ini sebagai langkah pencegahan terhadap amburadulnya pekerjaan yang dimaksud. Apa lagi anggaran tersebut yang cukup besar dengan nilai yang fantastik sebesar Rp.4,8 Milyar yang dkjerjakan Oleh CV.Ambalan Abadi.” Katanya.

Sementara itu pihak kontraktor yang dihubungi via hanphone menyatakan proyek tersebut sudah sesui tahapan. Mardin membantah semua tuduhan yang diarahkan atas proyek tersebut.

” Bahwa dalam pekerjaan itu harus bertahap dan tidak semudah dengan apa yang mereka bilang. Ibaratkan seperti kita membangun rumah kita harus buatkan pondasinya dulu supaya berkelanjutan pembangunannya. Nah seperti itu juga pekerjaan kami ini tidak boleh asal-asalan.” bantahnya

BACA JUGA; Tuding Proyek Tak Beres, Ampeka NTB Desak KPK Periksa Kepala BWS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here