Beranda Nasional Fenomena Aneh Muncul, Ada Ledakan Lahar. Penjelasan Kepala BMKG Mengejutkan

Fenomena Aneh Muncul, Ada Ledakan Lahar. Penjelasan Kepala BMKG Mengejutkan

601
0
BERBAGI
fenomena ledakan lahar di kantor desa Selengen Kayangan, lombok utara

Koresponden Koranmerah ( Jumat, 10/8)


Fenomena aneh muncul setalah gempa bertubi-tubi menghantam pulau Lombok yang berpusat di wilayah Lombok Utara. Akibat gempa ini setidaknya 381 warga meninggal dan saat ini masih dalam evakuasi. Kemungkinan warga meninggal bertambah masih berpotensi.

Namun, di desa Selengen Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, fenomena aneh muncul. Dimana ada ledakan gelembung belerang dari dalam tanah. Ledakan ini sempat menghebohkan warga yang berada disekitar kantor desa. Ledakan ini terjadi setelah adanya gempa dengan kekuatan 6,2 SR pada hari Kamis,(9/10).

“ Langsung meledak sekitar satu meter tingginya.” Kata warga menjelaskan.

Setelah ledakan itu, keluar air yang bercampur lumpur yang halus, dimana setelah mengering menjadi seperti butiran garam halus berwarna putih dan lumpur tersebut seperti semen.

Sementara itu, dengan adanya fenomena ini, kepala BMKG Mataram, Agus Riyanto menyatakan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di kayangan saja, di desa Sambek Elen juga terjadi

” Sudah saya sampaikan penjelasan di hampir semua WA group yang upload video ini pak sebelumnya juga terjadi yg sama di Sambik Elen. Berdasarkan gambar dan video yang saya lihat. Fenomena ini menyerupai fenomena lekuifaksi yang sering terjadi setelah gempa besar. Fenomena ini terjadi pada daerah yang susunan batuan endapan yang lunak. Jika lihat sekilas endapan yang tersusun digambar adalah endapan vulkanik yang kemungkinan hasil rombakan dari aktivitas Gunung Rinjani.” Jelasnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan pihaknya masih butuh kajian lebih lanjut terkait dengan fenomena ini, hal terpenting bagi masyarakat adalah tetap tenang dan menghindari informasi yang tidak ada dasarkanya.

” Jika ada aktivitas Rinjani, tentu akan terekam pada jaringan seismometer PVMBG pada pos pengamatan Gunung Rinjani. Sampai saat ini aktivitas Gunung Rinjani mesih aktif normal, belum ada tanda peningkatan status Gunung Rinjani.” katanya.

Namun demikian, Agus berharap warga tetap bersabar, Ia meminta warga mengikuti arahan BMKG untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi yang resmi.

” Jika ada peningkatan aktivitas gunung Rinjani, tentu pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan mengumumkan dan berkoordinasi dengan instasi terkait. BMKG akan selalu memberikan informasi kegempaan resmi. tetap waspada.” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here