Beranda Nasional Pedagang Pasar Renteng Ngadu Soal Hutang Bank. Ini Perintah Ketua DPRD Loteng

Pedagang Pasar Renteng Ngadu Soal Hutang Bank. Ini Perintah Ketua DPRD Loteng

293
0
BERBAGI
pedagang Renteng Praya mendatangai kantor DPRD Lombok Tengah mengadukan nasib mereka

Koresponden Koranmerah ( Jumat, 10/8)


Puluhan warga pedagang pasar Renteng Praya mendatangi Kantor Dewan Lombok Tengah pada kamis (9/8). Mereka mengadukan nasib mereka atas peristiwa kebakaran yang melahap dua los pasar renteng yang membuat 1.719 pedagang tak bisa berjualan kembali. Kedatangan mereka disambut oleh ketua DPRD Lombok Tengah, Ahmad Fuaddi.

Salah seorang warga, Azhar mengungkapkan kepada dewan bahwa dirinya menanggung banyak hutang akibat kebakaran pada tanggal 6 Agustus lalu itu. Ia kini terbelit hutang dari Bank.

“ Saya meminjam uang Rp 50 juta dari Bank. Tapi kini kami tak bisa berbuat apa apa. Barang dagangan kami ludes terbakar.” Ungkap pedagang sembako ini.

Ia berharap dewan bisa memberikan solusi dengan membicarakan persoalan ini kepada pihak Bank.

“ Kami mohon kalau bisa kami dibebaskan dari hutang ini. Ini kan musibah.” Katanya.

Hal yang sama disampaikan oleh Muksin, pedagang buah ini mengaku sangat terpukul dengan peristiwa mengerikan itu. Praktis barang dagangannya habis tak tersisa. Tak hanya itu persoalan baru juga muncul, mereka tidak mendapat kebagian di tempat evakuasi di terminal.

“ Disana (terminal) sudah penuh. Kami tak tahu harus kemana. Kami minta pemerintah untuk mengatur pembagian lokasi berjualan itu.” Katanya mengadu.

Ketua DPRD Lombok Tengah, AHmad Fuaddi usai menerima keluhan para pedagang pasar renteng praya

Sementara itu, Ketua Dewan Lombok Tengah, Ahmad Fuaddi menyatakan akan berupaya untuk memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat. Terutama soal hutang di Bank tersebut.

“ Kami perintahkan kepada Sekwan untuk bertemu dengan pihak Bank, agar apa yang menjadi persoalan yang dialami oleh warga dapat diketahui oleh pihak Bank.” Katanya.

Politisi Golkar ini juga meminta agar warga tetap tenang dan berjualan seperti biasanya. Ia akan mendesak agar pemerintah segera memperbaiki pasar tersebut.

“ Kita minta nanti ke dinas bersangkutan untuk segera memperbaiki kondisi pasar. Terhadap penganggaran kita akan komunikasikan apakah di APBD Perubahan ini. Kalau bisa kenapa tidak.” Tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here