Beranda Nasional Semalam Bukan Gempa Susulan. Berikut Penjelasan Kepala BMKG Tentang Fakta Baru Gempa...

Semalam Bukan Gempa Susulan. Berikut Penjelasan Kepala BMKG Tentang Fakta Baru Gempa Lombok

370
0
BERBAGI
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa gempa lombok pada tanggal 19/8 adalah gempa baru bukan gempa susulan. Foto: Translog today

Koresponden Koranmerah ( Senen, 20/8)


Lombok kembali dilanda gempa. kali ini aplikasi BMKG menunjukkan kekuatannya 7.0 SR meski belakangan diupdate BMKG menjadi 6,9 SR.

” Menunjukkan kekuatan Dengan memperhatikan lokasi episenter gempabumi M=6,9 yang terletak di ujung timur Pulau Lombok dan diikuti sebaran episenter gempa yang mengikutinya yang membentuk kluster episenter dengan sebaran ke arah timur hingga di sebelah utara Sumbawa Barat maka dapat disimpulkan bahwa gempa yang terjadi merupakan aktivitas gempa baru yang berbeda dari gempa berkekutan M=7,0 yang terjadi pada 5 Agustus 2018.” Jelas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rilisnya.

lebih lanjut Dwi menjelaskan, meskipun seluruh aktivitas gempa yang terjadi berkaitan dengan struktur geologi sesar naik Flores tetapi antara gempa M=7,0 dan gempa M6,9 yang terjadi baru saja memiliki bidang deformasi yang berbeda.

” Hasil analisis mekanisme sumber gempabumi ini menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).” katanya

Dampak gempa M=6,9 berdasarkan laporan dari masyarakat dan hasil analisis peta guncangan menunjukan bahwa guncangan dirasakan di daerah Lombok Utara dan Lombok Timur mencapai VI-VII MMI. Sementara itu di Lombok Barat, Mataram, Praya dan Sumbawa memiliki intensitas V-VI MMI. Guncangan juga dirasakan di Denpasar dan Waingapu dengan skala III-IV MMI, di Ruteng dengan skala II-III MMI, di Makassar I-II MMI.

” Skala intensitas VI-VII MMI artinya struktur bangunan standar dapat mengalami rusak sedang dan bangunan tidak standar dapat mengalami rusak sedang hingga berat. Sedangkan skala intensitas III-IV MMI artinya semua orang merasakan namun belum terjadi kerusakan, tapi dalam kondisi bangunan yang sudah terguncang beberapa kali bisa saja menimbulkan kerusakan.” terang Dwikorita

Hingga tanggal 20 Agustus 2018 pukul 01.25 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 22 aktivitas gempa susulan (aftershock), diantaranya 3 gempabumi dirasakan.  Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here