Beranda Nasional Pemerintah Atur Pengeras Suara Azan Di Masjid. Ini Ketentuannya

Pemerintah Atur Pengeras Suara Azan Di Masjid. Ini Ketentuannya

415
0
BERBAGI
aturan suara azan
Pemerintah melalui Kementrian Agama mengatur Volume suara pengeras suara saat azan berlangsung

Editorial Koranmerah ( Selasa, 28/8)


Kementerian Agama (Kemenag) meminta jajarannya kembali mensosialisasikan aturan penggunaan pengeras suara di masjid. Permintaan itu tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam nomor B.3940/DJ.III/HK.00.07/08/2018 tanggal 24 Agustus 2018.

Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menjelaskan,  aturan tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar, dan musala sudah ada sejak 1978. Aturan itu tertuang dalam Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor Kep/D/101/1978.

“Hingga saat ini, belum ada perubahan,” kata Muhammadiyah Amin dikutip dari situs resmi Kemenag, Jumat (24/8/2018).

Menurutnya,  Instruksi Dirjen Bimas Islam ini antara lain menjelaskan tentang keuntungan dan kerugian penggunaan pengeras suara di masjid, langgar, dan mushalla. Salah satu keuntungannya adalah sasaran penyampaian dakwah dapat lebih luas.

Namun, penggunaan pengeras suara juga bisa mengganggu orang yang sedang beristirahat atau penyelenggaraan upacara keagamaan.

“Untuk itu, diperlukan aturan dan itu sudah terbit sejak 1978 lalu,” tegasnya.

Dalam instruksi tersebut, lanjut mantan Rektor IAIN Gorontalo ini, dipaparkan bahwa pada dasarnya suara yang disalurkan keluar masjid hanyalah adzan sebagai tanda telah tiba waktu salat.

“Salat dan doa pada dasarnya hanya untuk kepentingan jemaah ke dalam dan tidak perlu ditujukan keluar untuk tidak melanggar ketentuan syariah yang melarang bersuara keras dalam salat dan doa,” katanya.

Sedangkan dzikir, kata dia, pada dasarnya adalah ibadah individu langsung dengan Allah karena itu tidak perlu menggunakan pengeras suara baik kedalam atau keluar.

Hal lain yang diatur dalam instruksi Kemenag ini terkait waktu penggunaan pengeras suara. Amin mengatakan, instruksi Dirjen secara jelas dan rinci sudah mengatur waktu-waktu penggunaan pengeras suara.

“Misalnya, pengeras suara bisa digunakan paling awal 15 menit sebelum waktu Salat Subuh, dan sebagainya,” jelas Muhammadiyah Amin.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here