Beranda Nasional Mengamuk Saat Sidang Dewan. Pedagang Renteng Bersitegang. Dan Selanjutnya Ini Yang Terjadi

Mengamuk Saat Sidang Dewan. Pedagang Renteng Bersitegang. Dan Selanjutnya Ini Yang Terjadi

721
0
BERBAGI
pedagang pasar renteng praya
Pedagang pasar renteng praya mencoba menerobos sidang paripurna dewan karena kecewa tidak ditemui ketua DPRD Loteng

Koresponden Koranmerah ( Rabu, 29/8)


Puluhan Pedagang Pasar Induk Renteng Praya, Lombok Tengah mengamuk di Kantor DPRD Lombok Tengah, NTB. Mereka berusaha masuk ke Ruang Sidang Utama tempat dimana Anggota dewan yang dipimpin ketua DPRD Loteng dan dihadiri Bupati Suhaili FT bersidang.

Aksi ini mereka lakukan akibat kekesalan mereka yang merasa diabaikan oleh dewan dan pemerintah atas tuntutan mereka pasca kebakaran hebat Pasar Renteng yang menghanguskan barang barang milik sekitar 1719 pedagang.

Warga ini meneriaki ketua dewan dan bupati agar mau menemui mereka.

“ Keluar, keluar temui kami. Mana ketua dewan, kenapa tidak mau mendengar keluh kesah kami yang hampir mati.” teriak salah satu pedagang

“Keluar atau kami yang akan masuk. Kalian tidak punya perasaan.” teriak Ketua Formapi NTB, Ihsan Ramdhani yang mendampingi para pedagang ini.

Warga yang berusaha merengsek ini dihadang oleh petugas pengamanan. Sempat terjadi dorong-dorongan, walaupun akhirnya mereda.

Setelah sidang paripurna usai dengan agenda penyampaian hasil pembahasan KUPA PPAS APBD-P 2018, baru kemudian ketua DPRD Loteng, Ahmad Fuaddi keluar. Sementara Bupati Suhaili FT menyelinap melalui pintu belakang.

Dalam pertemuannya dengan ketua Dewan, perwakilan massa meminta agar para pedagang diberikan modal untuk berjualan mengingat saat ini warga tidak punya apa-apa untuk dijual pasca kebakaran.

“ Kami meminta agar warga diberikan modal untuk berjualan melalui koperasi yang ada. Selain itu, kami meminta agar pemda menyiapkan lokasi tempat pedagang untuk berjualan kembali.” Pinta Ihsan Ramdhani dari Formapi NTB mewakili pedagang.

Menjawab hal tersebut, ketua DPRD Lombok Tengah, Ahmad Fuaddi menyatakan sudah menganggarkan untuk dana tanggap bencana senilai Rp.5 Milyar yang bisa diperuntukkan untuk musibah atau bencana termasuk untuk kebakaran Pasar Renteng.

“ Kita sudah menikkan anggaran tanggap bencana. Selain untuk gempa juga untuk bencana kebakaran pasar renteng, tergantung bagaimana pemerintah nanti yang mengatur.”katanya.

Selain itu, terkait tuntutan warga yang lain, semua aspirasi warga akan ditampung dan akan dibicarakan dengan pemerintah daerah secepatnya.

“: Kami akan melakukan yang terbaik. Pembangunan kembali pasar juga sudah langsung diajukan ke pusat dan pusat sudah turun melakukan pengecekan.” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here