Beranda Hukum Kriminal Hendak Solat Subuh, Bayi Dalam Kardus Kagetkan Warga di Banjar Ampenan

Hendak Solat Subuh, Bayi Dalam Kardus Kagetkan Warga di Banjar Ampenan

228
0
BERBAGI
penemuan bayi di ampenan
Seorang bayi laki – laki ditemukan di depan pintu gerbang Panti Asuhan Al Ikhlas di Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram,Rabu (05/09/2018) pagi pada sekitar pukul 04.30 WITA

Koresponden Koranmerah ( Rabu, 5/9)


Seorang bayi laki – laki ditemukan di depan pintu gerbang Panti Asuhan Al Ikhlas di Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram,Rabu (05/09/2018) pagi pada sekitar pukul 04.30 WITA.

Kapolsek Ampenan, Kompol Wayan Suteja melalui Kasubbag Humas Polres Mataram, AKP Made Arnawa mengatakan, bayi pertama kali ditemukan oleh Muhammad Samsu Duha(28).

Pada saat Muhammad Samsu Duha hendak membuka gerbang Yayasan Al Ikhlas untuk melaksanakan solat subuh berjamaah dengan Santri yayasan Al-Ikhlas, tiba – tiba di depan pintu gerbang mendengar suara bayi menangis sebuah kardus berwarna coklat. Setelah dibuka, Ia kaget karena terdapat bayi di dalamnya.

Penemuan itu langsung diberitahukan kepada istrinya bernama Dewi Santika dan Kepala Lingkungan (Kaling) Banjar atas nama Safari. Kapolsek Ampenan bersama personil Polsek Ampenan langsung menuju TKP (tempat kejadian perkara) setelah mendapat informasi dari masyarakat.

Setelah Personil Polsek Ampenan memeriksa kondisi bayi tersebut di temukan secarik kertas berisi identitas didalam selimut bayi yang diduga identitas nama dan tanggal lahir bayi tersebut.

“Bayi ditemukan hidup dan kami juga menemukan secarik kertas berisi identitas bayi ini didalam selimut bayi yang diduga identitas nama dan tanggal lahir bayi tersebut, kami akan terus melakukan pengusutan lebih lanjut terkait kasus penemuan bayi yang menggemparkan warga,” ungkap AKP Made Arnawa.

Setelah dirundingkan dengan Kepala Lingkungan Banjar dan tokoh masyarakat disekitar, Saudari Nurhayati berkeinginan mengadopsi bayi tersebut dengan senang hati.

“Namum Kapolsek Ampenan dan Kaling Banjar menyarankan agar berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kota Mataram untuk melengkapi persyaratan hak asuh dari bayi tersebut dari bayi tersebut agar jelas dalam pengurusan administrasi apabila besok tumbuh dewasa,” jelasnya

Nurhayati berkeinginan untuk mengasuh bayi tersebut mengingat usia perkawinan mereka hampir sembilan tahun belum dikaruniai anak.

Saat ini bayi tersebut dititipkan sementara di rumah Kaling Banjar sambil menunggu dari Dinas Sosial untuk di data dan dilengkapi persyaratan administrasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here