Beranda Nasional Ketua DPW NU NTB: Loteng Basis NU, Jangan Paksakan Nama Bandara. Simak...

Ketua DPW NU NTB: Loteng Basis NU, Jangan Paksakan Nama Bandara. Simak Lengkapnya

12564
0
BERBAGI
nama bandara lombok
Ketua DPW NU NTB, TGH. Ahmad Taqiuddin Mansur meminta agar nama bandara dikembalikan dengan nama semual yakni Bandara Internasional Lombok, Atau Lombok Internasional Lombok

Koresponden Koranmerah ( Kamis, 6/9)


Penetapan nama Bandara Internasional Zaenuddin Abdul Majid menciptakan polemik di tengah masyarakat. Tak hanya masyarakat biasa yang bersuara, kalangan pemuka agama dan tokoh organisasi islam ikut angkat bicara.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Nahdlatul Ulama NTB, TGH. Ahmad Taqiuddin Mansur menyerukan penolakan terhadap nama bandara tersebut. Alasannya, nama tersebut tidak aspiratif dan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Bukan kepentingan warga masyarakat yang menjadi tempat bandara tersebut berdiri.

“ Kita sayangkan, kita sesalkan dan kita tolak karena tidak aspiratif. Tidak ada musyawarah dengan para tokoh di Lombok Tengah. Harusnya semua pihak dikumpulkan untuk membahas nama ini.” Ungkap Taqiuddin.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Taklimussubbiyan Bonder ini, langkah Gubernur NTB dan Pemerintah Pusat dalam menetapkan nama bandara ini adalah tindakan ceroboh dan tidak menghargai kearifan masyarakat sekitar yang mana tanahnya dijadikan bandara.

“ Saya juga warga lingkar bandara. Saya juga punya tanah disana yang dijadikan bandara.” Katanya.

Selain itu, disisi lain, nama Tuan Guru Zaenuddin Abdul Majid sangat identik dengan Nahdlatul Wathan yang basisnya berada di Lombok Timur. Sementara, warga lingkar bandara dan Lombok Tengah adalah basis NU, sehingga secara psikologis malah akan mengundang konflik antar organisasi.

“ Warga lingkar bandara itu jamaah NU, Lombok Tengah adalah basis NU. Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah adalah orang NU. ” Tegasnya.

Namun demikian, menurut Taqiuddin, penolakan nama ZAM ini bukan berarti tidak menghargai Zaenudin Abdul Majid sebagai Tuan Guru yang kharismatik dan berjasa di bidang pendidikan. Namun harus ada pertimbangan matang yang disesuikan dengan kondisi masyarakat yang menjadi tempat beradanya bandara.

“ Kita menghormati Maulana Syech, tapi tidak pas menjadi nama bandara dengan pertimbangan itu tadi.” Pungkasnya.

Sebelumnya, nama Landasan Udara TNI AU juga telah ditetapkan dengan nama TGKH. Zaenudin Abdul Majid. Kondisi ini yang membuat sebagian warga tak setuju Bandara Internasional Lombok kembali dinamakan dengan nama yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here