Beranda Nasional Soal Nama Bandara. Ketua DPD NW Loteng: Legowo Sajalah

Soal Nama Bandara. Ketua DPD NW Loteng: Legowo Sajalah

1
BERBAGI
nama bandara lombok
Ketua DPD NW Loteng berharap semua pihak menerima penetapan nama bandara dengan legowo

Koresponden Koranmerah ( Kamis, 6/9)


Pasca penetapan nama Bandara Lombok menjadi Bandara Internasional Zaenudin Abdul Majid membuat pro kontra di kalangan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Nahdlatul Wathan Lombok Tengah, Ahsan Husein meminta semua pihak untuk tidak menjadikan nama tersebut polemik dan gunjingan. Ia berharap semua pihak dapat menerima nama bandara tersebut karena sudah menjadi keputusan pemerintah pusat.

Selain itu, Ahsan Husein meminta semua pihak untuk bersikap berbesar hati dan tidak merasa kecewa. Karena penetapan nama bandara tersebut sudah sesui prosedur dan tahapan.

“ Telah mendapatkan persetujuan DPRD Propinsi NTB dan Majlis Adat Sasak, sehingga dikeluarkan SK Menteri Perhubungan tersebut, tidak ujuk-ujuk.” Jelasnya.

Atas apa yang berkembang saat ini, Ahsan berharap masyarakat yang masih berkebaratan untuk menghargai TGH.Zaenudin Abdul Majid sebagai pahlawan nasional.

“ Bandara soekarno-hatta, hasanuddin, sucipto, itu kan pahlawan nasional semuanya. Tak usah diperbincangkanlah, tak usah diperdebatkan lagi. Ini sebagai bentuk penghargaan terhadap pahlawan nasional.” Katanya.

Lebih lanjut, mantan ketua DPRD Loteng ini juga mengingatkan bahwa keberadaan bandara sudah sangat menguntungkan masyarakat NTB pada umumnya dan warga sekita khususnya, sehingga ia berharap semua pihak dapat menerima nama tersebut.

“ Mari kita terima dan legowo sajalah.” Pungkasnya.

1 KOMENTAR

  1. Bapak ahsan husen..jangan kaitkan bandara yg lain dengan bandara tempat kami,dan kenapa juga anda ngotot menyuruh kami berbesar hati untuk menerima nama zam jadi nama bandara Lombok internasional airport.menurut kami nama yg sekarang sudah sangat cocok.dan kami tidak pernah tau siapa itu zaenudin abdul majid.kami nu kami punya tokoh yg lebih baik dari tokoh anda.sekalipun tokoh yg kami junjung tinggi dan yg kami hormati belum diakui oleh pemerintah pusat seperti Tuan guru bodak,dan masih banyak yg lain..sudahlah bapak husen..jangan lah terlalu ngotot memaksa kehendak kalian yg ingin menggantikan nama bandara yg berada ditempat kami.toh kalau ada barang barang yg membahayakan generasi kami seperti narkoba kami juga yg menanggung akibat buruknya.kami yang sehari hari merasakan baik buruknya semua kejadian yang timbul dibandara itu..itu bekas tanah nenek moyang kami yg dibeli dengan harga murah oleh pemerintah untuk jadi bandara,tapi kamu ihlas menerimanya dengan harapan taraf hidup kami akan lebih baik dari yg sekarang..dan itu murni bukan kemauan pemerintah pusat untuk mengganti nama bandara tapi kemauan perorangan waktu jadi penguasa.contohnya dulu pemerintah pusat yg mengganti nama BIL MENJADI LIA .kami dengan senang hati menerimanya..tapi kami menolak keras nama bandara itu diganti dengan zam..kami tak kenal zam.dan tak ingin kenal juga..sudah lah jngn terlalu memaksakan..nanti jadi buruk akibatnya..pah husen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here