Beranda Nasional Terungkap TGB, Orang Yang Tidak Setuju Pembangunan Bandara Saat Jadi Anggota DPR...

Terungkap TGB, Orang Yang Tidak Setuju Pembangunan Bandara Saat Jadi Anggota DPR RI

20
BERBAGI
tgb tidak setuju pembangunan bandara
Ketua Aliansi Masyarakat Lombok, Lalu Hizzy mengungkapkan bahwa TGB yang tidak setuju pembangunan bandara saat ia menjadi anggota DPR RI

Koresponden Koranmerah ( Rabu, 12/9)


Polemik perubahan nama bandara dari Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zaenudin Abdul Majid memuncaki pembahasan pro dan kontra masyarakat Lombok khusunya.

Namun pengakuan mengejutkan dari Ketua Aliansi Masyarakat Lombok, Lalu Hizzy dalam unjuk rasa di DPRD NTB hari ini, Rabu ( 12/9). Dimana ia mengungkapkan bahwa Zaenul Majdi adalah orang pertama yang melakukan penolakan terhadap pembangunan bandara. Hal ini itu ceritakan di hadapan Ketua dan Pimpinan DPRD NTB termasuk kepala Dinas Perhubungan Lalu Bayu Windia.

Hizzy menceritakan pertemuannya dengan TGB di Jakarta saat TGB masih menjadi anggota DPR RI di Jakarta.

“ Ini mungkin sejenis testimony yang akan saya sampaikan. Tahun 2005, saya sendiri bertemu dengan Tuan Guru, saya bertemu dengan Zaenul Majdi,  di lantai 22 di gedung DPR RI  usai rapat  paripurna, saya bersama Lalu Edi Gunawan, Lalu Putre dan teman-teman yang lain.” Cerita Hizzy.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai bahkan dengan selonjoran Hizzi menceritakan bahwa saat itu TGB mengungkapkan bahwa TGB adalah orang yang tidak setuju terhadap pembangunan bandara.

“ Sambilan Selonjoran berkata, Loq Edy, bandara yang akan dibangun itu, saya tidak setuju. “ kata Hizzy menirukan kata TGB saat itu.

“ Jadi, Zaenul Majdi adalah orang pertama yang paling tidak setuju untuk bandara dibangun.”  Tambah Hizzy.

 Jadi menurut Hizzy, jika ada perubahan nama bandara yang hanya mewakili satu kelompok tertentu dan erat kaitannya dengan kepentingan pribadi TGB, maka hal tersebut sangat bertentangan dengan pernyataannya diawal pembangunan bandara di Tanah Awu, Lombok Tengah itu yang menolak pembangunan bandara.

“ Itu dia yang saya katakan, sangat tidak punya rasa malu.” Pungkasnya.

20 KOMENTAR

  1. Bukan masalah setuju atau tidak tapi kami mau tanya#APA HAKNYA MAJDI SEHINGGA NGOTOT INGIN MENGGATIKAN NAMA BANDARA YG NAMANYA SUDAH ADA DAN SAMA SAMA SETUJUI OLEH SEMUA YG BERKOMPETEN..MAU APA,INI DESA KAMI RUMAH KAMI.SUDAH SUKUR KAMI INJINKAM KALAU MAU DATANG KE KAMPUNG KAMI JANGAN GANGGU KAMI DENGAN MEMBERI NAMA YG KAMI PUNYA KAMI LEBIH BERHAK MENENTUKAN NAMA MILIK KAMI# ingat lah wahai bos majdi perbaiki kampunu dulu baru kamu usil mengurus kampung orang lain….kami tak punya ikatan apapun dengan orang lombok timur..malu ya bos

  2. Bukan masalah setuju atau tidak tapi kami mau tanya#APA HAKNYA MAJDI SEHINGGA NGOTOT INGIN MENGGATIKAN NAMA BANDARA YG NAMANYA SUDAH ADA DAN SAMA SAMA SETUJUI OLEH SEMUA YG BERKOMPETEN..MAU APA,INI DESA KAMI RUMAH KAMI.SUDAH SUKUR KAMI INJINKAM KALAU MAU DATANG KE KAMPUNG KAMI JANGAN GANGGU KAMI DENGAN MEMBERI NAMA YG KAMI PUNYA KAMI LEBIH BERHAK MENENTUKAN NAMA MILIK KAMI# ingat lah wahai bos majdi perbaiki kampungmu dulu baru kamu usil mengurus kampung orang lain….kami tak punya ikatan apapun dengan orang lombok timur..malu ya bos

    • Ingat saudaraku bandara di lombok itu bukan punya 1 orang saja atau satu suku aja tapi Bandara yg ada di lombok ini punya orang2 NTB (Nusa Tenggara Barat) ingat itu saudaraku biar dak ada permasalahn lgi di lombok ini….

      • Ingat wahai sodara q nama bandara yg paling cocok bersandir di mataaa masyarakat NTB itu adalah (BIL) bukan bizam kalau nama bandara tersebut dinamakan dgn nama bizam otomatis bandara tersebut punya orang lotim tp kalau nama bandara itu adalah dgn nama BIL otomatis semua masyarakat NTB donkk punyaa ingat semethon kendek pentingan urusan pribadim kendek pentingan urusan politikm lgk pentingan kepentingan masyarakat NTB ndekm pade mikir bejulu melee salin aran bandara edak gatiii pikirm

    • Hai Lalu mugni.

      Sudah pernah sekolah nggak.?
      Lo kirak tanah milik nenek moyang lo.?

      Aduh goblokmu sungguh terlalu. Egoismu sangat terlalu, boleh saja kamu tolak atas pergantian mama bandara, namun yang harus kmu ketahui itu bukan Jak milik org lombok Tengah, v tu milik negara yang dibangun untuk akses masyarakat yang Ada di NTB.

      Lok kamu ngaku2 itu milik lombok Tengah. Trus kamu mau kemanain warga NTB.?

      Ngacak dong

  3. Untuk diketahui, bahwa perintah menggantikan nama bukan kemauan sebagian orang atau kelompok. Perintah itu, datang dari pusat (Menteri Perhubungan).
    Jikapun ada penolakan, sebaiknya mengajukannya ke Menteri Perhubungan, dan itu pasti ada jalannya.
    Jadi, akan tidak efektif jika menolak dengan memojokkan individu atau bahkan suatu kelompok. Justru jika berlaku demikian, akan memperlihatkan penolakan yg tidak mendasar.

  4. Dan dirimu tahu gak Rasidi, bagaimana proses surat keputusan dari menteri perhubungan itu? Siapa yg waktu itu ngotot mengusulkan tanpa mengajak tokoh lain khususnya yg di Lombok Tengah utk sekedar berdiskusi?

  5. Saya kira Pemerintah sangat bijak bahwa Lanud Rembiga sudah jadi Lanud ZAM sebgai penghargaan Pahlawan nasional, Untuk bandara Lombok itu sebaiknya tetap jadi BIL atau LIA sebagai aikon Destinasi Wisata Dunia NTB dan menghormati Kultur didalamnya Sasambo yang sudah Mendunia bukan figur personal seperti yang kita Muliakan tokoh Agama Maulana Syeh yg lebih tepat kita Kultus sebai Pejuang Pendidikan ,Agama dan Kemasyarakatan di NTB tercinta, mks utk kita semua, hormat.

    • Hidup Pahlawanku, TGH ZAM
      Jasamu tiada tara untuk kemajuan Agama dan Pendidikan di Lombok dan Indonesia
      Namamu sangat indah terpatri di Bandara ini, agar generasi di belakang nanti mengenal pahlawan daerahnya sendiri.
      Semoga Allah SWT meridhoi. Aamiin.

  6. LIA atau BIL adalah ststus bukan nama, jadi BIL harus punya nama spt lazimnya bandara di tempat lain yg mengangkat nama Pahlawan daerah, bukan pahlawan kampung lokasi bandara

  7. Mungkin zainul majdi dilahirkan sebagai perampas, mau ditaruh dmana mukamu itu, dulu ente sudah menolak dengan pembangunan bandara dilombok tengah tpi kok sekarang ente enak2n mau menggatikn nmanya, tidak tau malu ente, jngan egois dong, itu sangat menguntungkn kelompok ente saja, sudah gunung rinjani ente bikin rusak lagi sekarang bandara mau ente rusakn, tuan guru apa nmanya itu

  8. Berdirinya bandara di masa TGB, kalok tidak ada tandatangan persetujuan dari GUBERNUR maka tidak akan berdiri bandara di loteng, pade pada syukur dan berbanggalah nama bandara diganti dengan pahlawan…bagi saya nama BIZAM adalah nama yg berkah.

  9. Gk usah sok pinter lu pade, sok2 an ikut2 an ngomong yg kyak gini an. Mnding luk pde sna ambil karung sabit, cari rumput sana, sapi lu pde klperan tu d kandang

  10. Bagiku biarlah ulamaq ku kenang dlm hati disampin kumohonkan doa biar beliau (almagfurullah) semakin tinggi darajatnya disisi ALLAH…janganlah kita pamerkan foto beliau di pohon2 tepi jalan…nanti di injak2 dg org yg tdk menghargai beliau….sadarlah wahai para semeton…yg inginkan nama BIL mjdi ZAM..

  11. Hay…. Warga Lombok,,, mikir yg logis dikit, bandara Lombok itu bukan milik Lombok tengah,bukan milik Lombok timur dan bukan pula milik Lombok barat emang darah mu aja yg cepat mendidik, menyikapi semua masalah dgn spontanitas ego mu,,, bersyukur aja ada nama pahlawan Nasional yg di angkat buat harumkan NTB mu,,, dan utk jadi pahlawan Nasional itu ada kriteria juga, itu sebabnya nama bpk maulanasyeikh di angkat jdi pahlawan buat wakili NTB Mu,, dan klu ada di antara kalian yg sudah banyak berbuat banyak utk NTB dan Indonesia ini, dan ada di antara kalian yg namanya bisa harum di mata dunia, biar aku yg lantik kalian jadi pahlawan..,, #####

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here