Beranda Nasional Minta Pemda Larang Tradisi Madaq di Kute, Putrie Ajak ITDC Berpikir Bersama

Minta Pemda Larang Tradisi Madaq di Kute, Putrie Ajak ITDC Berpikir Bersama

353
0
BERBAGI
Tradisi Madaq Sasak
Kepala Dinas Pariwisata Loteng, HL. Putrie meminta agar tradisi Madaq dilestarikan dengan cara menata pelaksanaannya

Koresponden Koranmerah ( Kamis, 27/9)


ITDC sebagai pengembang kawasan Mandalika Resort telah bersurat ke Bupati Lombok Tengah terkait permintaan supaya Pemda melarang kegiatan tradisi Madaq di sepanjang pantai dalam kawasan Mandalika.

Surat yang ditanda tangani langsung oleh Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer tersebut menyebutkan alasan ITDC meminta pelarangan adalah karena kesannya kawasan yang sudah tertata oleh ITDC tersebut terlihat kumuh oleh lapak terpal dan sampah yang dihasilkan selama Madaq berlangsung.

“ Pada Dasarnya sangat mendukung pelestarian budaya masyarakat yang dapat memberikan kontribusi terhadap daya tarik kawasan the mandalika. Namun tentunya dalam pelaksanaannya perlu ditata.” Tulis Abdulbar dalam surat resminya.

Menanggapi hal tersebut, Pemda Lombok Tengah melalui Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, HL.Putrie menyatakan bahwa Tradisi Madaq yang dilakukan warga dengan menginap di pinggir pantai Kuta Selama seminggu adalah tradisi dan budaya yang sudah turun temurun.

Dimana warga sehabis bercocok tanam, mereka berenang di pantai menikmati alam baik untuk penyembuhan maupun menikmati hasil kekayaan alam. Karena menurut Putrie, di Pantai itu terdapat lokasi yang mana pasirnya bisa dijadikan obat penyembuhan penyakit yang diyakini masyarakat sehingga ada Tradisi Madaq Ngapung ini.

Meski demikian, Putrie menyatakan menghargai keluhan dari ITDC, meski demikian persoalan ini harus diselesaikan secara bersama.

“ Kita perlu duduk bersama untuk mencari solusi. Harapan kita tradisi Madaq ini dapat memberikan nilai jual bagi destinasi wisata kita.” Kata Putrie.

Oleh karena itu, menurut putrie kedepan tradisi Madaq ini perlu ditata  dengan baik agar tidak terlihat kumuh dan kesannya mengganggu kawasan yang kini sudah tertata baik oleh ITDC selaku pengembang.

“ Ke depan perlu dikemas ritual Madaq ini sebagai pendukung Pariwisata. Jangan kita pertontonkan kekumuhan, sampah dan kemiskinan.” Ungkapnya.

Putrie juga menyatakan ITDC juga harus juga bersama memikirkan caranya agar Tradisi Madaq ini bisa dijual. Apakah dengan melakukan relokasi tempat yang cocok dan dibuatkan tenda yang bagus sehingga tidak seperti saat ini.

“ Saat ini pemerintah melalui kementrian sedang mencari destinasi wisata Medical Tourism, inilah bentuknya berupa Madaq Ngapung Mangan Besedi.” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here