Beranda Nasional Jokowi Tak Sanggup Urus, Korban Gempa Lombok Minta Bantuan Raja Salman Dan...

Jokowi Tak Sanggup Urus, Korban Gempa Lombok Minta Bantuan Raja Salman Dan Donald Trump

1986
0
BERBAGI
Kades Jeringo, Sahril saat menggelar keterangan pers

Koresponden Koranmerah ( Selasa, 2/10)


Warga dan kepala Desa Jeringo, Lombok Barat, NTB yang menjadi korban gempa berang dengan tingkah pemerintah yang tidak bisa mengurus korban gempa. Buktinya hingga saat ini, nasib mereka masih terkatung katung tidak punya rumah. Rumah yang dijanjikan oleh Jokowi dan pejabat penting yang sebelumnya datang ke Desa Jeringo dengan berselfy ria hingga saat ini masih hanya dalam hayalan.

Kepala Desa Jeringo, Sahril menyatakan mendesak pemerintah segera melakukan pencairan dana untuk pembangunan rumah. Ia menyebutkan warga sudah muak dengan janji pemerintah dan ribetnya aturan main dalam pencairan dana tersebut.

“ Kami akan menolak bantuan tersebut karena aturanya terlalu ribet.” Ungkapnya dalam keterangan persnya Senen, (1/10).

Hingga saat ini, ungkap Sahril, tak ada apapun material yang diberikan oleh pemerintah untuk memulai pembangunan rumah. Hal ini menurut Sahril sebagai ketidakmampuan dan ketidak hadiran pemerintah dalam melakukan recovery para korban gempa di Lombok.

Oleh karena ia meminta agar Jokowi tidak malu menetapkan bencana Lombok dan Sulawesi sebagai bencana nasional agar masyarakat dunia bisa memberikan bantuan kepada warga Lombok dan Sulawesi khususnya di Palu, Donggala dan Sigi.

“ Sehingga kami meminta kepada pemerintah luar negeri seperti arab saudi, raja Salman, mohon perintahkan lembaga lembaga bapak untuk hadir ke indonesia, hadir ke pulau Lombok, hadir ke pulau Sulawesi untuk membantu kami.” Serunya.

Permintaan ini menurut Sahril tidak berlebihan, karena dalam aturan yang dibuat pemerintah, boleh warga meminta bantuan luar negeri, jika pemerintah tidak mampu menangani bencana.

“ Silahkan presiden Donal Trump, Amerika Serikat datang ke Indonesia, datang ke pulau Lombok, datang ke Desa Jeringo, bantu kami. Pemerintah tidak sanggup menyalurkan bantuan sesui fakta yang disampaikan presiden jokowi dan gubernur ( Zaenul Majdi). “ ujar Sahril geram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here