Beranda Nasional Fahri Setuju 3 Oktober Hari Anti Hoax Nasional Asal Mahfud MD Jadi...

Fahri Setuju 3 Oktober Hari Anti Hoax Nasional Asal Mahfud MD Jadi Ikon Juga

403
0
BERBAGI
Fahri Hamzah dan Mahfud MD. Foto: Tribun Batam

Editorial Koranmerah ( Sabtu, 6/10)


Terkait maraknya isu dan wacana penetapan hari anti hoaks yang marak diberitakan di beberapa media,tanggapan datang dari Fahri hamzah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR setuju jika tanggal 3 Oktober diperingati sebagai Hari Antihoaks Nasional. Asalkan tokoh anti hoaksnya dipimpin oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

“Ya asal tokohnya jangan satu tokohnya, harus banyak, yang bohong itu yang menjadi korban kebohongan itu bukan hanya Pak Prabowo tapi Pak Mahfud MD juga,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10). Seperti diberitakan Merdeka.com.

Fahri hamzah menyatakan bahwa, dua tokoh tersebut adalah korban kebohongan dari kalangan yang berbeda. Prabowo jadi korban kebohongan Ratna Sarumpaet sedangkan Mahfud adalah korban kebohongan pemerintah karena batal dipilih sebagai cawapres Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

“Pak Prabowo dan Pak Mahfud MD jadi dianggap sebagai ikon korban kebohongan dan mereka yang mengusulkan saya kira dua duanya bagus satu mewakili dibohongi negara satu diwakili dibohongi rakyat kan sempurna gitu kan,” ungkapnya.

Bahkan dia juga dengan jelas menyinggung batalnya Mahfud MD jadi Cawapres Jokowi. Padahal, Mahfud mengaku sudah diminta ukur baju dan berikan CV oleh Istana untuk persiapan deklarasi. Sayang, di menit terakhir, Jokowi memilih Ma’ruf Amin karena hal itu fahri menilai, pemerintah juga melakukan banyak kebohongan. Tetapi hingga saat ini, lanjut dia, pemerintah tidak pernah meminta maaf atas segala kebohongan yang dilakukan pada masyarakat.

“Pemerintah juga berbohong rakyat juga berbohong Ratna Sarumpaet itu adalah rakyat dia berbohong dan dia sudah ngaku berbohong tapi pemerintah berbohong enggak pernah mengaku berbohong,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan tanggal 3 Oktober, saat Ratna Sarumpaet mengakui berbohong atas kabar penganiayaan yang menimpanya, sebagai Hari Anti-Hoaks Nasional.

“Untuk mencegah peristiwa terulang dan untuk membangun budaya bermedia sosial yang positif maka pada tanggal 3 Oktober 2018 PPP mengusulkan untuk diperingati atau ditetapkan sebagai Hari Anti-Hoaks Nasional,” kata Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi dilansir Antara, Kamis (4/10).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here