Beranda Hukum Kriminal Kerusakan Hutan di Dompu Mengkhawatirkan. Pemerintah Diam

Kerusakan Hutan di Dompu Mengkhawatirkan. Pemerintah Diam

368
0
BERBAGI
Marlia, tokoh perempuan Dompu yang keluhkan kondisi hutan yang rusak parah. sejauh ini pemerintah hanya diam

Koresponden Koranmerah ( Selasa, 9/10)


Aksi pengrusakan hutan terus terjadi seiring dengan program jagung di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini. Hal itu dikeluhkan oleh seorang tokoh perempuan asal Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Marlia dalam acara Konsultasi Publik yang digelar oleh Yayasan Bina Cempe (YBC) di aula Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Sabtu (29/9) lalu.

“Kerusakan hutan terjadi di mana-mana. Sejauh mata memandang yang dilihat hanya penggundulan hutan,” sorotnya.

Ia menyebutkan kerusakan hutan tidak hanya terjadi di wilayah Saneo tempat ia tinggal, tetapi juga di seluruh wilayah di Kabupaten Dompu. “Coba kita tengok bagaimana masifnya kerusakan hutan di Taropo, di Kecamatan Pekat atau di Hu’u sungguh memprihatinkan,” keluhnya.

Dikatakannya, fungsi hutan juga secara otomatis hilang berbarengan dengan maraknya aksi penggundulan hutan. Sumber mata air semakin menipis, akibat pepohonan yang sudah amblas di sekitar kantong-kantong mata air. Demikian pula tanaman produktif yang selama ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk diambil buahnya hanya tinggal kenangan saja. Semuanya hanya tinggal cerita kepada anak cucu.

“Dulu kami di Saneo sebelum ada program jagung, biasa mengambil buah kemiri di hutan, sekarang sudah tidak ada lagi karena sudah ditebang semuanya untuk menanam jagung,” ujarnya.

Demikian pula madu hutan menjadi mata pencaharian bagi warga desa Saneo kala itu. “Sekarang tidak bisa lagi mengambil madu karena pepohonan besar sudah habis,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil sikap tegas untuk mencegah terjadinya aksi pengrusakan hutan yang lebih meluas lagi. Apalagi sesaat lagi akan memasuki musim hujan, bila tak ada ketegasan pemerintah dan aparat penegak hukum, maka aksi pengrusakan kawasan hutan semakin melebar.

Selain merusak hutan, Marlia melihat program jagung juga semakin menambah hutang petani. Diakuinya berkat program jagung banyak pihak investor maupun perbankan yang menawarkan modal usaha pertanian dalam bentuk pinjaman. Namun faktanya tidak sedikit yang tidak mampu melunasinya.

“Banyak yang tidak mampu membayar akhirnya hutangnya semakin bertambah. Apalagi yang pinjam pada rentenir bunganya berlipat ganda,” pungkasnya sembari berharap pemerintah mengevaluasi program jagung di Kabupaten Dompu.(LP/Deor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here