Beranda Hukum Kriminal Kejari Praya Bantah Keras Tuduhan Muhammad Soal ‘Masuk Angin’. Ini Penjelasan Lengkapnya

Kejari Praya Bantah Keras Tuduhan Muhammad Soal ‘Masuk Angin’. Ini Penjelasan Lengkapnya

367
0
BERBAGI
Kepala Seksi Intel Kejari Praya, Febry Rudi

Koresponden Koranmerah ( Rabu, 10/10)


Kejaksaan membantah keras tudingan yang disampaikan oleh Muhammad, anggota Forum Lembaga Pemuda Banyu Urip terkait tuduhan adanya oknum jaksa Masuk Angin sehingga kasus pembelian Tanah Uruk pada tahun 2015 silam tidak diusut.

Menurut Kasi Intel Kejari Praya, Febry Rudi. Tudingan yang diarahkan kepada Kejari Praya tersebut adalah tuduhan tidak mendasar, karena tidak memiliki data apapun. Hal Ini  menurut Rudi, sangat menggangu Institusi Kejaksaan, sebab berpengaruh terhadap penilaian dan kredibilitas Kejaksaan di tengah masyarakat luas.

“ Itu sudah menuduhkan sesuatu, kalau tuduhan itu tidak benar , berarti artinya apa. Apakah itu suatu penghinaan, karena kita sebagai lembaga institusi. Padahal kenyataan tidak demikian, kan gitu.” Ungkap Rudi.

Febry  menegaskan, tuduhan Masuk Angin alias suap tersebut tidak benar. Karena tidak bukti yang menjelaskan hal tersebut. Hanya omongan Muhammad saja. Ia memastikan tidak pernah terjadi hal demikian di Kejaksaan Negeri Praya.

Masuk Angin itu kan artinya menerima suap. Kalau tidak berdasar itu artinya menuduh. Memang ada laporan ditangani oleh Pidsus, dan kita sudah ke lapangan bersama inspektorat, namun tidak ada publikasi karena masih klarifikasi data.” Urainya.

Lebih lanjut Febry menyatakan tuduhan tersebut sangat menyudutkan institusi Kejaksaan di Praya. Apalagi kasus tersebut sudah lama tahun 2015 lalu, yang mana pejabat baru tidak mengetehauinya. Selain itu juga, kejaksaan tidak lepas dari audit yang dilakukan oleh Inspektorat. temuannya pun bermacam-macam, mulai dari kesalahan administrasi sampai  ada temuan indikasi kerugian negara.

“ Saya yakin ada alasan dari pejabat terdahulu, kenapa kasus itu tidak dinaikkan. Bisa jadi karena temuannya sedikit, atau belum memenuhi ketentuan. Menurut saya kita mengedepankan pencegahan, bagi saya ya. ” Katanya.

Sementara untuk kasus yang baru dilaporkan, pihak Kejari Praya sudah bergerak melakukan penyelidikan dengan turun langsung ke lapangan. Dimana hingga saat ini, hasilnya belum turun dari Inspektorat. Rudi menjelaskan, butuh waktu yang tidak sedikit untuk mengusut kasus korupsi, tidak semudah berucap dan membalikkan telapak tangan.

“ Harusnya tahu dulu prosesnya, jangan langsung menuduh seperti itu. Saya pastikan tidak benarlah. “ tandasnya.

Ia berharap masyarakat dapat mengerti proses penyelidikan kasus korupsi sehingga tidak mengeluarkan pernyataan sembarangan yang justru berdampak tidak baik dengan kesannya kejaksaan tidak bekerja. Karena ada sejumlah rangkaian kegiatan proses hukum yang dijalankan oleh kejaksaan, termasuk mempertimbangan aturan dan MOU (Red: kesepakatan) dengan lembaga terkait dalam penanganan kasus korupsi di desa khususnya.

“ Kalau jaksa dituduh masuk angin kan, susah.”pungkas Rudi.

Untuk itu pihak kejaksaan negeri praya meminta masyarakat tidak mempercayai tuduhan yang sifatnya tendensius, apalagi pesanan mengingat saat ini sedang berlangsung suasana hangat jelang Pilkades Lombok Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here