Beranda Publik Politik Komisi 2 DPRD Loteng Gelar Rapat Dengar Pendapat Dengan Sejumlah Dinas. Ini...

Komisi 2 DPRD Loteng Gelar Rapat Dengar Pendapat Dengan Sejumlah Dinas. Ini Bahasannya

337
0
BERBAGI
Komisi 2 DPRD Lombok Tengah saat menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan sejumlah Dinas yang menjadi Leading Sektor

Koresponden Koranmerah ( Kamis, 11/10)


Komisi 2 DPRD Lombok Tengah, NTB mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah Dinas. Komisi 2 memanggil Dinas Pertanian dan Peternakan, selain itu dewan juga memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah untuk hari ini, Kamis ( 11/10). RDP ini dipimpin langsung oleh ketua komisi 2, M.Samsul Qomar.

Untuk kesempatan pertama, hadir Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang mana dihadiri oleh Kabid Perdagangan dan Kabid Perindustrian. Komisi 2 mempertanyakan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kondisi pasar di Lombok Tengah. Dimana pembangunan pasar Ganti dan Beleke menjadi sorotan yang hingga saat ini belum rampung. Yang mana dari hasil pengawasan TP4D ditemukan ketidaksesuaian antara kontrak dengan keadaan lapangan. Komisi 2 meminta agar urusan ini dibereskan sehingga pembangunan 2 pasar itu tidak sia-sia.

Sementara pihak Disperindag menjelaskan bahwa pembangunan dua pasar tersebut sudah dapat dipertanggung jawabkan secara teknis hasilnya.

Selain itu dewan juga menyinggung soal Pasar Renteng. dimana Dinas diminta segera memberikan tempat untuk penjual dengan menyewakan tanah disekitar terminal.

Selain urusan itu, komisi 2 juga mempertanyakan soal kerajinan gerabah di desa penujak. Dewan menilai sentra gerabak di Lombok Tengah itu sudah mati suri, kalah dengan Banyu Mulek.

Sementara dalam RDP dengan Dinas Pertanian dan Perternakan Lombok Tengah, yang dihadiri langsung oleh Kadis dan Sekretarisnya. Dewan menyorot terkait pemberian mesin alat pertanian yang kerap kali bermasalah. Dewan meminta Dinas selektif memberikan mesin tersebut kepada kelompok tani. Dewan meminta kelompok tani yang tidak produktif untuk diganti kepengurusannya.

Selain itu dewan juga menyorot tentang pelayanan pemeliharaan kesehatan hewan yang dilakukan oleh Dinas termasuk Rumah Potong Hewan yang ada di Barebali yang hingga saat ini belum dimamfaatkan.

Tak hanya itu, soal gagal panen menjadi sorotan dewan yang meminta agar Dinas mengerahkan Penyuluh untuk giat bekerja membantu petani dengan memberikan pelatihan dan arahan sehingga gagal panen dapat dihindari.

“ Kami meminta Dinas yang menjadi leading sektor komisi 2 untuk tidak main main bekerja, karena kami akan tetap melakukan pengawasan.” Ujar Ketua Komisi 2, M.Samsul Qomar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here