Beranda Publik Politik Gerabah Penujak Mati Suri, Dewan Loteng Minta Pemda Belajar Ke Banyu Mulek

Gerabah Penujak Mati Suri, Dewan Loteng Minta Pemda Belajar Ke Banyu Mulek

371
0
BERBAGI
kondisi Art Shop gerabah di Desa Penujak yang kini mati suri

Koresponden Koranmerah ( Jumat, 12/10)


Kerajinan Gerabah di Desa Penujak Lombok Tengah, NTB saat ini kondisinya mengenaskan. Banyak dari Art Shop yang sudah gulung tikar alias tutup. Wisatawan pun sangat jarang sekali ke lokasi Art Shop di penujak.

Kondisi mati surinya gerabah di Penujak ini pun menyeruak saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi 2 DPRD Loteng dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah ( 11/10). Dimana dewan mempertanyakan kondisi Penujak yang seakan dibiarkan begitu saja oleh Pemda Lombok Tengah. Dewan menilai tidak ada gerakan nyata dari Pemda untuk memulihkan sentra kerajinan yang sempat Berjaya pada era 90-2000an ini.

Dewan membandingkan kondisi Penujak dengan Banyu Mulek yang masih eksis sampai saat ini dengan manajemen yang tepat.

“ Masih kecil dulu setahu saya, sudah ada gerabahnya. Banyu mulek itu tak tahu kita. Sebenar tidak ada disana, tapi karena mereka jeli melihat peluang pariwisata, langsung jalan sampai sekarang.” Kata anggota Komisi 2, Muhalip.

Untuk itu Muhalip meminta agar Dinas Perindag memberikan pemberdayaan kepada para pengerajin disana. Muhalip berharap, pemda tidak hanya memberikan teori saja. Namun ada upaya maksimal yang dilakukan pemda untuk menggenjot bangkitnya kerajinan gerabah. Termasuk memberikan modal usaha bagi mereka.

“ Gimana caranya agar aspirasi dewan bisa kesana. Sama sama 50 ( Red, Rp.50 Juta ) misalnya. Atau e-pokir lah, 50x 50 orang . Ayook, ndak masalah untuk membangunkan itu.” Tantang Muhalip.

Muhalip juga menyarankan agar Pemda Lombok Tengah lebih banyak belajar dalam rangka menghidupkan kembali sentra gerabah Penujak. Salah satu tempat yang bisa dijadikan tempat belajar adalah sentra kerajinan gerabah Banyu Mulek, Lombok Barat yang saat ini masih berkibar. Yang sukses bertahan dengan mengembangkan usaha melalui pariwisata.

“ Seharusnya kalau study banding tentang itu, study banding saja ke Banyu Mulek, bagaimana cara mereka bisa maju, supaya penujak ini bisa seperti banyu mulek.” Ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perindustrian , Baiq Heny menyatakan pihaknya sejauh ini sudah melakukan kegiatan pemberdayaan kepada para pelaku industri kecil menengah (IKM) di Lombok Tengah termasuk pagi para perajin di Penujak. Dimana tahun 2019 ini, Bidang Perindustrian sudah merancang sistim pelatihan yang mengena bagi para IKM.

Lebih lanjut Heny menjelaskan kedepan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap pemasaran gerabah dengan pihak ketiga.

“ Mungkin kami akan bekerjasama dengan orang di luar daerah terkait dengan pemasaran karena kita sedang mengembangkan yang namanya penjualan secara online.” Ujar heny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here