Beranda Nasional Pengamat Sebut Penilaian Petahana Penting. Kalau Buruk, Oposisi Diuntungkan

Pengamat Sebut Penilaian Petahana Penting. Kalau Buruk, Oposisi Diuntungkan

223
0
BERBAGI
pengamat menyebutkan penilaian kinerja pemerintah saat ini penting menjadi penentuan pemenang Pilpres Foto: Tribunnews.com

Editorial Koranmerah ( Jumat, 12/10)


Kendati menawarkan capres yang sama, namun Pilpres 2019 bakal berbeda dengan 2014. Pada Pilpres 2019, rakyat tidak memilih ‘kucing dalam karung’

Pengamat Politik SMRC Saidiman Ahmad mengatakan Pilpres 2019 akan berbeda dengan 2014 walaupun dengan capres yang sama, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

“Menurut saya 2019 itu akan berbeda dengan 2014,” ujarnya dalam diskusi ‘Buzzer politik disosmed efektifkah?’ di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Saidiman menjelaskan, pada Pilpres 2014 Jokowi dan Prabowo belum mempunyai rekam jejak sebagai elite politik di pemerintahan.

“Pada 2014 itu publik meraba-raba antara kedua calon itu. Jokowi waktu itu bukan siapa-siapa, dia orang baru dalam elite politik ini. Prabowo juga demikian dia tidak punya rekam jejak di dalam pemerintahan,” paparnya.

Pada Pilpres 2014, lanjut Saidiman, rakyat seperti membeli kucing dalam karung. Hal tersebut tidak terjadi pada Pilpres 2019. Pada pilpres tahun depan, rakyat tidak akan memilih kucing dalam karung. Sebab, pada Pilpres 2019 memunculkan Jokowi, yang menjadi capres petahana.

“Faktor petahana itu sangat penting. Orang bisa menilai apakah pemerintah ini berjalan baik atau tidak. Kalau petahana dinilai buruk, oposisi diuntungkan, begitu sebaliknya,” jelas Dia.

Pada bagian lain, Saidiman mengatakan, para pemilih di Indonesia sudah cerdas dalam menentukan pilihannya.

“Kian hari masyarakat kita ini semakin cerdas dan semakin rasional di dalam pilhan politiknya,” tuturnya. (plt)

Sumber: Teropongsenayan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here