Beranda Nasional Dispar Loteng Perkuat SDM Wisata Desa, Targetkan 42 Desa Wisata Berkembang

Dispar Loteng Perkuat SDM Wisata Desa, Targetkan 42 Desa Wisata Berkembang

353
0
BERBAGI
Amir Suhudul HM, Kasi Pengembangan SDM Usaha Pariwisata Disparbud Lombok Tengah

Koresponden Koranmerah ( Kamis, 18/10)


Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah menargetkan 42 desa wisata dapat berkembang dan maju. Saat ini kondisinya baru setengahnya sudah berjalan. Hal ini mendorong Disparbud Loteng berjibaku memperkuat Sumber Daya Manusia terutama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di desa.

“ Secara keseluruhan 50 persen tapi masih belum maksimum, secara angka tingkat kunjungan masih belum maksimal.” Ungkap Amir Suhudul HM, Kasi Pengembangan SDM Usaha Pariwisata Disparbud Lombok Tengah.

Menurut Amir, Sejauh ini salah satu yang menjadi kendala dalam pengembangan wisata desa adalah Sumber Daya Manusia yang butuh pembinaan dan pelatihan. Sehingga melalui program, baik berasal dari Kementerian Pariwisata maupun Dinas Pariwisata Propinsi dan Daerah, pihaknya mencurahkan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas SDM pengelola wisata di desa.

Ada sejumlah materi yang diberikan diantaranya tentang penguatan kelembagaan, promosi digital, marketing dan termasuk kreatifitas pengembangan destinasi wisata, dari konten destinasi wisata hingga penginapan berupa home stay.

“ Kebutuhan tentang editor, bagaimana membangun promosi di youtube. Bagaimana membangun sumber daya  baik itu karakter building, manajemennya, kelembagaannya dan marketingnya.” Ujar Amin.

Untuk spot destinasi, Diparbud Loteng mendorong pihak desa memperbanyak atraksi kebudayaan yang berkelanjutan dan terjadwal, sehingga agen wisata dapat memasukkan dalam paket perjalanan wisata untuk dijual ke wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“ Sehingga memungkinkan untuk biro perjalan bisa nyambung, kapan harus datang.” Tambah amir.

Selain itu, menurut Amir, regulasi terkait kepariwisataan juga penting dibuat oleh desa sehingga pariwisata di desa dapat cepat berkembang dan maju. Mulai dari regulasi tentang retribusi parkir hingga regulasi tentang pengelolaan destinasi wisata yang mempermudah para wisatawan yang berkunjung ke desa.

“ Karena hari ini, ada pungutan-pungutan yang katanya parkir yang mungkin secara peruntukannya bermamfaat tapi secara aturan main itu salah.” Pungasnya.

Oleh karena itu, Disparbud Loteng menghimbau peran aktif pihak desa untuk mempercepat terbentuknya wisata desa dengan bimbingan dan pelatihan yang diberikan serta komitmen pihak desa, maka wisata desa akan cepat maju dan berkembang sehingga berdampak ada kesejahteran masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here