Beranda Nasional Pemda Loteng Dorong Kades Buat Perdes Larangan Kecimol Dan Ale-Ale

Pemda Loteng Dorong Kades Buat Perdes Larangan Kecimol Dan Ale-Ale

14688
4
BERBAGI
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, BHL. Putrie

Koresponden Koranmerah ( Kamis, 18/10)


Pemerintah Daerah Lombok Tengah, NTB melalui Dinas Pariwisata mendorong agar semua desa di Lombok Tengah mengeluarkan aturan berupa Peraturan Desa yang melarang digelarnya atraksi musik Kecimol dan Ale Ale. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Lombok Tengah, BHL. Putrie, baru baru ini.

Menurut Putrie, Kecimol dan Ale Ale ini tidak sesui dengan Adat Budaya dan Kesenian masyarakat suku Sasak yang luhur. Kecimol dan Ale Ale ini lebih banyak mempertontonkan erotisme dan pornografi.

“ Kita mendorong agar itu diatur melalui peraturan desa, dan sudah banyak desa yang membuat larangan terkait pementasan Kecimol dan Ale Ale untuk mengiringi nyongkolan.” Kata putrie.

Selain erotisme, alasan Kecimol dan Ale Ale dilarang adalah karena mengundang suasana tidak aman dan riskan terjadi perkelahian akibat saling senggol saat berjoget.

“ Bukan budaya dan kesenian kita, selain itu juga menggangu keamanan.” Ujar Putrie.

Sebaliknya Pemda Lombok Tengah mendorong agar pemerintah desa memperkuat kesenian daerah sebagai wujud melestarikan adat budaya Sasak yang Adi Luhung. Dengan melestarikan adat budaya ini, maka Lombok Tengah khususnya akan dikenal dengan kearifan lokalnya yang penuh khasanah dengan nilai kehidupan yang tinggi.

“ Kesenian yang menjadi wujud adat istiadat kita, itu yang kita dorong kita lestarikan bersama.” Pungkas mantan guru ini.

Adapun Suku Sasak memiliki sejumlah kesenian daerah, salah satunya ada Gendang Belek. Senin musik Gendang Beleq ini biasanya dipentaskan saat menyambut tamu, acara acara kerajaan termasuk saat melakukan Nyongkolan yakni adat Suku Sasak ketika pengantin mendatangi rumah pihak perempuan untuk pertama kali setelah menggelar acara pernikahan.

4 KOMENTAR

  1. Pak jgn memandang sepihak dlm membuat aturan perundang undangan.
    Dlm grup kecimol itu berapa banyak pengangguran yg terangkat utk mendapatkan penghasilan utk menafkahi keluarganya.
    Kecimol ini juga karya anak negeri yg patut di lestarikan utk mengangkat nama daerah kita.klo yg erotis itu bisa di bina.dan di beri sangsi.
    Jgn memandang sesuatu itu dari segi negatifnya aja pak,tp kaji juga segi positifnya.ini yg membuat faetah lombok gk bsa maju setara dgn Daerah lain.
    Sy disini juga beryanya apa bedanya Kecimol dgn Genfang belek pak.sama sama memiliki unsur seni.bedanya trafisional dan moderen aja.apa kita di lombok tdk boleh moderen sesuai dgn perkembangan zaman.
    Bila perlu klo kecimol di larang kami sarankan gendang belek juga di larang spy lombok aman tdk afa kerumunan org banyak dan tdk ada kemacetan.
    Trims…tolong di pertimbangkan.

  2. maaf pak jika alasanya hnya kemacetan.sprtinya anda salah mnilai krna yg mmbuat kmacetan itu bukan hnya kecimol atau ale ale.tpi juga gendeng belek pun makin parah.jdi tlg jgn melihat pakai mata sebelah saja..
    kepada:yg trhormat bapak gubernur dan bapak bupati khususnya bapak bupati lombok tengah dgn hormat saya memohon kepada anda agar bapak bisa mmberikan solusi yg bijak terhadap pelaku seni yg ada di daerah ntb yg tercinta in..sekali lagi sya mohon maaf jika ad kata saya yg tidak berkenan di hati bapak bapak.
    terima kasih..

  3. Memang kecimol dan ale2 itu harus di bubarkn krn mengganggu perjalanan dan merusak moral dan tidak berakhlak…..bubar bubarkn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here