Beranda Nasional Pembangunan Jalan ZAM di KSB. Warga Mengadu Belum Dibayar

Pembangunan Jalan ZAM di KSB. Warga Mengadu Belum Dibayar

327
0
BERBAGI
H.Amirudin Abbas, warga yang mengadu belum dibayarkan rumah dan lahannya belum dibayar

Koresponden Koranmerah ( Sabtu, 20/10)


Pembangunan Jalan baru di Kabupaten Sumbawa Besar, NTB menuai permasalahan dari warga. Pasalnya sekitar 5 orang warga yang bermukim di jalan yang dibangun tersebut rumahnya dirusak tanpa diberikan ganti rugi. Hal ini terungkap saat acara Jumpa Bang Zul yang digelar di halaman kantor Gubernur NTB, Jumat ( 20/10).

H.Amirudin Abbas asal Taliwang ini dihadapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB mengadukan nasibnya, yang mana ia mengaku tanahnya diambil paksa dan rumahnya diruntuhkan akibat pembangunan jalan tersebut.

“  Ada jalan baru yang dibuat di kabupaten Sumbawa Barat, ada 5 orang kami,  sampai detik ini belum dibayar tetapi  semua rumahnya diruntuhkan, kemudian tanah kami sudah digarap (untuk pembuatan jalan), nama jalannya itu Tuan Guru Zaenudin Abdul Majid.” Ungkap Amirudin.

Amirudin membeberkan, sudah 3 kali ia dipanggil oleh pengadilan, namun anehnya, tanpa melalui sidang ketua pengadilan mengeluarkan keputusan hingga rumah dan tanah mereka di eksekusi.

“ Kami semua rela menyerahkan sesui  aturan ya, jadi kami kosongkan. Cuma hak kami belum disampaikan. Tanpa peralihan Hak, langsung dikerjakan.” Katanya.

“ Hari ini kami tempatkan mobil di tanah kami, ada beberapa polisi datang kepada kami, melarang kami.” Tambahnya.

Amir juga menerangkan Komisi 1 DPRD NTB sudah mencoba untuk melakukan mediasi, namun pihak pembebasan lahan dari pemerintah Provinsi NTB tidak bersedia hadir.

“ mohon pak gubernur, umi, bagaimana kami dimediasi, karena kami ingin duduk seperti ini bersama ketua pembebasan lahan, jangan ke pengadilan.”pinta Amir.

Memanggapi keluhan warga ini, gubernur NTB, Zulkieflimansyah mempersilahkan HL.Syafii mewakili pemerintah untuk mejawab persoalan ini. Kemudian lalu Syafii menjelaskan bahwa persoalan ini sudah lama. Namun demikian Syafii meyakinkan bahwa persoalan ini bisa diselesaikan jika nanti sudah ada pertemuan lanjutan.

“  Ini memang sudah lama disosialiasikan, pertemuan pertemuan sudah dilakuka. Kemudian langkah langkah sesui aturan sudah dilakukan seperti apresial . namun permasalahannya ada permintan warga yang tidak sesui dengan apresor. ” jelas Syafii.

Sementara itu, Gubernur Zul berharap jika ada peluang untuk dibicarakan secara damai dengan cara musyarah maka langkah hukum lewat pengadilan tidak mesti dilakukan, bisa melalu Balai Mediasi.

“ Tidak semua, pertengkaran, pertakaian kita di NTB ini diselesaikan lewat proses hukum.” Pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here