Beranda Traveling dan Wisata Menengok Jejak Makam Para Ksatria Bima

Menengok Jejak Makam Para Ksatria Bima

378
0
BERBAGI
Era kerajaan hingga kesultanan, sebelum terbentuknya kampung Dara dahulu merupakan tanah sakral yang suci dikenal dengan nama Dana Taraha tempat jasad para ksatria Bima dimakamkan

Editorial Koranmerah ( Minggu, 28/10)


Sebelah timur terminal Kota Bima ada satu kampung diberi nama Dara, salah satu kampung tertua yang ada di Kota. Nama Dara sendiri diambil dari nama Ncuhi Dara seorang pemimpin kelompok komunitas masyarakat yang hidup di sebelah timur teluk Bima dan pemimpin para ncuhi di era Bima kuno sebelum adanya kekuasaan kerajaan berdiri. Dahulu kampung Dara kuno berada diatas areal pegunungan Londa setelah kampungnya dilanda kekeringan mereka turun kebawah dan menempati pesisir timur teluk Bima yang terdapat satu sumur hingga kini dikenal dengan nama Temba Ncuhi Dara.

Era kerajaan hingga kesultanan, sebelum terbentuknya kampung Dara dahulu merupakan tanah sakral yang suci dikenal dengan nama Dana Taraha tempat jasad para ksatria Bima dimakamkan. Dalam bahasa Bima Dana yang berarti tanah sedangkan Taraha sesuatu yang suci dan sakral sebagai tempat perisitirahatan para ksatria tangguh di tanah Bima. Agama orang Bima dahulu dikenal dengan nama Parafu ro Waro, mereka mempercayai bahwa roh orang yang meninggal akan tetap berada di sekitar kuburan mereka jadi banyak ditemukan makam-makam yang sangat bersih dan nisannya yang indah di areal Dana Taraha.

Bisa dilihat hingga kini masih berjejer kuburan kuno dengan nisan batu sungai yang dipakai oleh orang zaman dahulu hingga nisan batu aceh dengan epigrafi arab melayu (Jawi). Makam-makam suci orang hebat terdahulu tidak bisa dilacak keseluruhannya, namun dari beberapa nisan berinskripsi yang masih bisa dibaca dengan jelas, mulai dari Tureli Nggampo Abdurrahman yang terletak di tengah kampung Dara sebelah sungai Padolo. Dahulu makam tureli Nggampo berbentuk kubah dikenal dengan nama kuburan kurma. Tureli Nggampo adalah nama jabatan untuk seorang Panglima Militer Kerajaan Bima dahulu, Tureli Nggampo dahulu bertugas memimpin peperangan dengan pasukan yang terpilih disebut ‘Dou Mbani’. Jabatan Tureli Nggampo pertama di berikan kepada Makapiri Solor ketika ia usai menaklukkan wilayah timur, dari Flores hingga Solor.

Tidak hanya Tureli Nggampo yang dimakamkan di Dana Taraha atau Dara, juga diatas bukit Dana Taraha terdapat makam para ksatria dan Sultan Bima lainnya yaitu Sultan Abdul kahir, Sultan Hasanuddin, Tureli Nggampo Abdul Somad hingga Karaeng Popo seorang bangsawan Makassar yang diasingkan ke Bima pada tahun 1670-an. Kepercayaan dahulu makam di atas gunung mempunyai kosmos energy spiritual bagi rohnya.

Dana Taraha terbentang kuburan, lambat laun seluruh masyarakat Bima ikut serta dimakamkan di situ. Menjadi padang kuburan mulai dari bangsawan, para ksatria, prajurit hingga masyarakat. sebelum terbentuknya pemukiman ada salah satu rumah yang memang ditugaskan untuk menjaga perkuburan di areal makam, menjaga dari para penjarah makam kuno yang biasanya dikuburkan dengan harta benda miliknya. Kompleks pemakaman Ma Bata Wadu dan Raja Bicara Abdul Somad banyak ditemukan nisan yang telah rusak akibat ulah para pemburu harta karun, namun sekarang kompleks yang letaknya diatas bukit tersebut kini telah di pagari dan dijaga.

Areal perkuburan Dana Taraha terbentang mulai dari polsek Rasanae Barat hingga bukitnya, areal perkuburan yang sangat besar dan luas dahulunya. Pada tahun 1942 para pendatang mulai membangun rumah diatas areal kuburan Dana Taraha, hingga kini hanya tersisa beberapa makam kuno yang seharusnya menjadi cagar budaya untuk dilindungi tahun 1970-an dibentuk kampung Dara dan masuk dalam kelurahan Dara. Epigrafi makam kuno sekarang sangat penting untuk menjadi bahan penelitian, karena inskripsi makam yang menggunakan aksara Jawi sangat penting bagi para filologi dan sejarawan. Tak hanya itu makam kuno tersebut mempunyai ornament atau suluran yang begitu indah, tepat sekali menjadi destinasi untuk wisata religi.

Oleh : Fahrurizki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here