Beranda Nasional Heboh, Ketua GP Ansor Jepara Dilaporkan Selingkuhi Istri Orang. Begini Bantahan Pengacaranya

Heboh, Ketua GP Ansor Jepara Dilaporkan Selingkuhi Istri Orang. Begini Bantahan Pengacaranya

1417
0
BERBAGI
Ketua GP Ansor Jepara yang dilaporkan selingkuhi istri orang lain

Editorial Koranmerah [ Jumat, 7/12]


Ketua GP Ansor Kabupaten Jepara KH Syamsul Anwar diduga berselingkuh dengan istri orang bernama Eny Sakdiyah.

Pasalnya, tokoh muda yang sudah menyandang gelar haji tersebut diduga telah berselingkuh dengan Eny Sakdiyah, yang statusnya istri orang.

Dikutip dari Rakyat Merdeka Online, dugaan perselingkuhan Samsul Anwar terungkap saat keduanya ketangkap basah berduaan di Hotel Grand EDGE Jl. Sultan Agung Semarang, Kamis (8/11) oleh suami Eny Sakdiyah, MAA.

Menurut keterangan MAA, peristiwa itu berawal ketika istrinya Eny Sakdiyah pergi dari rumah sekitar pukul 09.30 WIB dengan mengendarai mobil pribadi.

MAA yang seorang pengacara ini pun curiga dan mengikuti istrinya secara diam-diam dari belakang. Ternyata Eny Sakdiyah ke rumah Samsul Anwar dan mobil ditinggal di tempat itu.

Setelah itu Eny Sakdiyah dan Samsul Anwar satu mobil menuju ke Semarang. Sampai Semarang sekitar jam 12.00 WIB dan berhenti di Hotel Grand EDGE Jalan Sultan Agung,” ungkapnya, Senin (3/12/2018).

Kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara tersebut, kemudian turun ke hotel. Kurang lebih 10 menit, keduanya masuk mobil lagi dan berputar-putar di Kota Semarang. Pada saat itu keduanya juga sempat mampir ke salah satu anjungan tunai mandiri (ATM) di dekat Hotel Grand Candi.

“Habis dari ATM kembali lagi ke Hotel Grand EDGE. Saya buntuti terus sampai parkiran pukul 13.30 WIB. Saya menunggu di parkiran sampai jam 22.00 WIB. Pada pukul 15.00 WIB Samsul Anwar sempat keluar sendirian. Jam 18.30 baru kembali lagi ke hotel,” paparnya.

Dikisahkannya, pada pukul  20.00 WIB, dirinya keluar ke Polrestabes Semarang melaporkan kasus dugaan perselingkuhan tersebut. Harapannya dirinya bisa masuk ke kamar hotel untuk menangkap basah.

“Tapi karena saya tidak membawa surat nikah, maka saya tidak diberi kuasa untuk masuk kamar hotel. Akhirnya saya kembali ke hotel,” akunya.

Baru dua menit di parkiran, Samsul Anwar dan Eny Sakdiyah keluar dari hotel.

“Saya hadang, mereka saya mintai keterangan. Samsul Anwar bersedia bertanggungjawab,” tukasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Samsul Anwar dan Eny Sakdiyah dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Sebab, diduga telah melakukan perbuatan perzinaan.

Pengacara Bantah Tudingan Selingkuh

Sementara itu, ditkutip Rmol.co, Tuduhan perselingkuhan oleh MAA yang ditujukan pada kepada Ketua Ormas Kabupaten Jepara, SA dan ES, sesama warga Jepara, merupakan fitnah besar. Bahkan akibat dari fitnah tersebut, berdampak pada psikologi keluarga SA.

Penasihat hukum SA sekaligus mewakili pihak keluarga, Taufik Hidayat, Selasa (11/5/2018) menjelaskan, bahwa sebenarnya hubungan keduanya tidak lebih dari persahabatan.

Mengingat keduanya adalah pengusaha, sehingga tidak jarang mereka saling bertukar informasi urusan bisnis yang digeluti.

Terkait beredarnya informasi bahwa SA  dan ES pergi ke Semarang, hal itu karena keduanya kebetulan punya jadwal kegiatan yang sama.

ES ke Semarang dengan tujuan urusan bisnis rias di Hotel Grand EDGE di Jalan Sultan Agung, sementara SA akan menghadiri acara musyawarah organisasi pengusaha muda yang digelar di Hotel Grand Candi Semarang Jalan Sisingamangaraja Semarang, 8 November 2018 lalu.

Seusai mengantar ES ke Hotel Grand EDGE, SA langsung menuju lokasi digelarnya acara musyawarah organisasi pengusaha muda tersebut di Hotel Grand Candi Semarang.

Sebagai umat beragama yang taat, SA memperlakukan ES layaknya sebagai sahabat perempuan yang dia hormati. Latar belakang SA memiliki pengetahuan agama yang kuat, tentunya sangat tahu bagaimana sikap saling menghormati satu dengan yang lain.

” Kalau klien kami dituduh berbuat selingkuh seperti dilaporkan MAA ini jelas fitnah besar. MAA menceritakan telah membuntuti dari Jepara-Semarang hingga seolah-olah dua sahabat ini berbuat asusila, jelas ini fitnah besar. Mereka itu orang yang taat agama dan paham norma agama,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima RMOLJateng, Rabu (5/12/2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here