Beranda Publik Politik Hidupkan Pariwisata, Baznas Ikut Nimbrung

Hidupkan Pariwisata, Baznas Ikut Nimbrung

192
0
BERBAGI
Badan Amil Zakat Nasional melalui Baznas Microfinance telah memfasilitasi para pelaku usaha mikro di sekitar Senggigi

Koresponden Koranmerah [ Selasa, 11/12]


Badan Amil Zakat Nasional melalui Baznas Microfinance telah memfasilitasi para pelaku usaha mikro di sekitar Senggigi. Para pedagang difasilitasi lapak untuk menggelar dagangan mereka dalam Festival Jazz Senggigi 2018, minggu (9/12).

Sebanyak 30 pedagang Mitra BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Gunungsari – Lombok Barat,  turut meramaikan event tahunan yang digelar Pemda di sepanjang pantai Senggigi tersebut. Sebagian besar mereka adalah para pedagang yang selama ini menggelar dagangan di lokasi wisata pantai Senggigi, dan sebagian lainnya adalah Mitra BMD dari luar Senggigi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Lombok Barat dan BAZNAS. Ini adalah kesempatan yang langka bagi kami, dan kami sangat terbantu dengan diikutkan dalam acara yang meriah ini,” kata ibu Alfiyatun pedagang nasi belut.

Hal itu juga diaminkan oleh ibu Sani pedagang minuman dan ibu Ida Royana pedagang sate.

Tak hanya pedagang biasa, BUMDES Batu Layar juga ikut menggelar dagangan di tempat itu. Momen keramaian itu dimanfaatkan untuk mempromosikan salah satu produk andalan Desa Batu Layar yakni Kopi Tradisional Batu Layar.

“Even seperti ini sangat kami tunggu untuk mempromosikan produk kami dan memajukan pariwisata,” ujar Muhammad Royan, Bendahara BUMDES Batu Layar.

Ia berharap kedepannya Pemerintah semakin sering melaksanakan even-even seperti ini. Dari even seperti ini diharapkan roda perekonomian mikro bisa berputar.

Royan menuturkan, dari hasil penjualan es kopi dan kopi tradisional pada even jazz kemarin, pihaknya mampu meraup untung Rp 1 juta lebih.

“Kami jualan dari jam empat sore sampai jam sembilan malam,” jelasnya.

Keberadaan lapak-lapak dagangan pada even keramaian seperti ini benar-benar membawa berkah bagi para pedagang kecil. Terlebih lagi di musim sepi wisatawan seperti saat ini.

Seperti diketahui, sejak Lombok diguncang gempa 7.0 SR 3 bulan yang lalu, BAZNAS terus mendorong dan mendukung Kebangkitan ekonomi masyarakat. Berbagai program telah dilaksanakan, mulai dari pembangunan Huntara, sekolah, tempat ibadah, pasar darurat, Dan beberapa program lain.

Memasuki masa recovery ini, BAZNAS terus melanjutkan dengan penguatan ekonomi, baik melalui penguatan permodalan dan fasilitasi akses-akses ekonomi lainnya.

Pasar rakyat yang digelar di Senggigi merupakan bagian dari Festival Jazz Senggigi 2018 ini. Diperkirakan, terdapat lebih dari 7.000 pengunjung dalam event yang digelar di lokasi wisata favorit Lombok Barat ini.

Direktur Micro Finance Baznas, Noor Aziz mengatakan, kegiatan fasilitasi pasar rakyat ini bertujuan memberi edukasi kepada masyarakat untuk dapat cepat merespon potensi-potensi ekonomi yang ada di sekitarnya. Selain itu bertujuan pula untuk membantu akselerasi kebangkitan usaha masyarakat  pasca gempa.

Jika dilihat dari jumlahnya, yaitu 30 orang usaha mikro yang baru bisa difasilitasi, memang hal itu belum seberapa. Namun dampak semangat dan pengakuan para pihak terhadap keberadaan mereka akan menjadi modal dasar kuat untuk penguatan usaha mikro kedepan.

Aziz menyadari, bahwa untuk membangkitkan usaha mikro tentu tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Langkah sinergi dan kerjasama dengan para pihak sangat diperlukan, sebagaimana yang nampak dalam kegiatan pasar rakyat Senggigi.

Sebelumnya, lanjut Aziz, dalam kerangka membangkitkan ekonomi masyarakat, BAZNAS juga telah memfasilitasi Pasar Darurat di Gunung Sari yang digunakan lebih dari 500 pedagang.

“BAZNAS juga telah mengoperasikan Baznas Microfinane Desa (BMD) sebagai instrument penguatan permodalan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here