Beranda Hukum Kriminal Laporkan Warga Tomang Omang Terkait Lahan, PT.Esa ST Bakal Dipidanakan Balik

Laporkan Warga Tomang Omang Terkait Lahan, PT.Esa ST Bakal Dipidanakan Balik

454
1
BERBAGI
Muhanan SH dan Apriadi Abdi Negara SH. Dua Kuasa Hukum Sahman, Pihak yang dilaporkan oleh PT.Esa ST

Koresponden Koranmerah [ Selasa, 11/12]


PT.Esa Suwardhana Thani telah melaporkan 6 orang warga di Dusun Tomang-Omang, Desa Selong Belanak ke Polres Loteng dengan alasan penggergahan tanah. Salah satu dari mereka yang dilaporkan adalah Sahman. Ia dituduh telah melakukan tindakan penggergahan di kawasan lahan yang masuk dalam Sertifikat HGB milik PT.Esa ST.

Namun tindakan pelaporan kepada Sahman ini dinilai mengada-ada, salah alamat dan salah langkah serta mengingkari kesepakatan dan pernyataan yang telah dibuat sendiri oleh PT.Esa ST yang ditanda tangani oleh Direktur Utamanya, Kuswanto Setyabudi.

Lewat tim kuasa hukumnya, Muhanan SH dan Apriadi Abdi Negara SH, Sahman menegaskan dirinya adalah pemilik lahan seluas 19215 M2 tersebut yang hingga saat ini belum dibayar oleh PT. Esa ST.

“ Lahan tersebut adalah milik Sahman yang merupakan pemberian orang tuanya. Tidak hanya itu, sudah ada surat pernyataan dari Direktur PT. Esa ST yang menyebutkan bahwa lahan tersebut belum dibayar. Itu tertanggal 5 Agustus 2017. Jadi apa dasarnya mereka melaporkan Sahman.” Kata Muhanan sambil memperlihatkan surat pernyataan bermateri usai mendampingi kliennya dari Polres Loteng.

Saat mendampingi Kliennya, Muhanan menyebutkan sudah menjelaskan ihwal kepemilikan lahan tersebut dan membawa bukti pernyataan direktur PT.Esa ST yang menyebutkan lahan tersebut tidak pernah dibayar.

“ Kita sudah jelaskan ke penyidik soal ini. Dan saya yakin penyidik yang mengerti hukum tidak akan mau melanjutkan kasus ini.” Katanya.

Lebih lanjut, Muhanan menegaskan sebagai Tim Kuasa Hukum tidak akan tinggal diam dengan apa yang dilakukan oleh PT.Esa ST yang ia nilai sebagai tindakan kriminalisasi terhadap warga pemilik lahan yang sah.

“ Kami tidak akan membiarkan arogansi perusahaan ini terhadap masyarakat secara keseluruhan dan khususnya kepada yang terlapor dalam hal ini klien kami.” Kata Muhanan.

Sementara itu, senada Apriadi Abdi Negara menyatakan pihaknya akan melaporkan PT.Esa ST, baik secara pidana maupun perdata. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk tindakan balik terhadap PT.Esa ST yang telah merugikan kliennya, baik kerugian moral maupun materil.

“ Karena klien kami dengan adanya laporan ini maka telah dirugikan secara harkat dan martabatnya, nama baiknya dicemarkan. Kami akan mengkaji unsur-unsurnya untuk melaporkan balik, baik pidana maupun perdata.” Tandasnya.

Kisruh Lahan di Tomang-omang Selong Belanak antara warga dan PT.Esa ST sudah berlangsung cukup lama. Warga yang sudah berpuluh tahun menggarap lahan tersebut memprotes tindakan PT.Esa ST yang memasukkan lahan yang mereka garap ke dalam Sertifikat HGB yang dipegang perusahaan saat ini.

1 KOMENTAR

  1. Sertefikatnya Hak guna bangunan
    atau Hak milik sih..klau hak guna bangunan itu tanah sudah puluhan tahun silam tahun 90an sampai sekarang di tomang omang itu sdh sebagian dijual sama pemiliknya.tapi sampai sekarang belum ada pembangunan sama sekali..piye to.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here