Beranda Hukum Kriminal Geger, Siswi Pelajar di Sumbawa Tiba Tiba Melahirkan. Bayi Langsung Dikuburkan

Geger, Siswi Pelajar di Sumbawa Tiba Tiba Melahirkan. Bayi Langsung Dikuburkan

373
0
BERBAGI
Polisi saat membongkar bayi yang dilahirkan oleh seorang siswi di Maluk, KSB

Koresponden Koranmerah [Jumat,21/12]


Seorang pelajar tiba tiba melahirkan,[19/12]. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 wita. Pelajar ini berada di salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat.

Informasi awal kasus ini dari keterangan Puskesmas Maluk bahwa ada pelajar yang melahirkan bayi prematur dan bayinya dalam keadaan meninggal. Setelah meninggal bayi tersebut di kuburkan pada malam hari di belakang Puskesmas Sekongkang di bawah pisang.

Berdasarkan keterangan Puskesmas langsung tim Polsek Maluk turun yang dipimpin Kapolsek Maluk bersama dengan Kasat Reskrim Polres KSB dan anggotanya.

Saat pemeriksaan tim kepolisian didampingi dokter dan staf dari Puskesmas maluk bersama tokoh agama dan orang tua pelajar, terang Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasubag Humas Polres KSB AKP. Suwardi saat di wawancarai awak media, pada [21/12]

” Setelah tim tiba di lokasi, tim langsung membongkar dan mengangkat jenazah bayi guna dilakukan otopsi. Kanit shabara, anggota reskrim dan anggota babinkamtibmas mengecek kebenaran informasi ini guna mendapat data lebih akurat. ” Kata Suwardi.

Setalah dilakukan pengecekan ternyata benar seorang pelajar dengan inisial KD (18), alamat desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Tim reskrim langsung membawa siswi tersebut untuk melakukan visum dan memanggil saksi lainnya.

Menurut keterangan saksi bahwa siswi ini melahirkan anaknya di pantai maluk. Setelah melihat korban yang meminta tolong, saksi ini langsung menolong dan membawa siswi ini ke Puskesmas sambil membawa bayi prematurnya. Setelah di periksa oleh bidan bernama Umi Nasikah, maka bayi tersebut di serahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu di temui di tempat terpisah Kasat reskrim AKP. Muhaimin, SH. S. IK mengatakan penerapan pasal ini saat ini belum di lakukan dan masih di dalami oleh Polsek dan gelar perkara dan pengembangan akan disampaikan beberapa hari kedepan.

” Proses ini masih di selidiki dan di visum, otopsi terhadap janin bayi hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh bayi.” Pungkas Suwardi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here