Beranda Nasional Karena Tanah TNI Ini, Pembangunan Jalur Dua Praya-Biao Tak Selesai Tahun 2018

Karena Tanah TNI Ini, Pembangunan Jalur Dua Praya-Biao Tak Selesai Tahun 2018

698
0
BERBAGI
Pembangunan jalur dua Praya-Biao tidak tuntas tahun 2018 karena lahan TNI yang belum selesai dibebaskan

Koresponden Koranmerah [Jumat, 28/12]


Pembangunan jalur dua jalan Praya-Biao di Lombok Tengah, NTB dipastikan tidak bisa tuntas seratus persen tahun ini. Sebabnya ialah Pemda dan TNI Angkatan Darat belum menyelesaikan urusan lahan seluas 251 M2 di depan rumah dinas TNI di sekitar  bundaran masjid Jami’ Prapen Praya.

Pembangunan ruas jalan sepanjang 1,5 Km itu mestinya harus selesai tahun 2018, namun polemik lahan itu menjadi persoalan. Pemda Lombok Tengah dan TNI AD setahun sebelumnya tidak menemukan titik temu. Pihak TNI AD menyatakan tanah tersebut tidak bisa dibeli begitu saja oleh Pemda.

Sekda Lombok Tengah, M.Nursiah sebelumnya menyatakan pihak TNI AD tidak mau menerima uang pembebasan seperti warga lainnya dan minta dibelikan lahan sebagai gantinya senilai lahan milik TNI.

Belum dibuatnya jalan sepenjang 30 meter ini menjadi perhatian publik, banyak warga yang bertanya kenapa lahan itu dipasangkan tanah milik TNI AD dan saat ini terlihat jomplang, karena sisi kanan kirinya sudah diaspal hotmix semua.

Dandim 1620/Lombok Tengah Letnan Kolonel Czi Prastiwanto yang ditemui di lokasi menjelaskan tidak bisa membuat keputusan ditingkat Kodim terkait pembebasan lahan untuk jalan tersebut, karena tanah tersebut bukan milik Kodim 1620/Lombok Tengah tapi milik Mabes TNI AD yang sudah tercatat di Badan Pertanahan Nasional [BPN].

” Ini sudah tercatat di pusat sana. untuk menghibahkan harus mengikuti proses yang ada. soalnya Pemda mengibahkan tanah juga dengan sebesar nilai yang ini, kita juga menghibahkan ke Pemda nantinya. Pemda juga lagi proses, Kita juga lagi proses.” Kata Prastiwanto.

Proses hibah ini, menurut Dandim yang baru sebulan menjabat ini, tidak bisa selesai tahun ini. Padahal batas proyek pengerjaan harus selesai tahun ini,” tidak bisa selesai tahun ini, karena harus ke Mabes TNI dan Ke Kemenhan,” tambahnya.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan kurangnya komunikasi membuat persoalan lahan ini hingga berlarut-larut. Sampai akan selesai proyek, masih tetap tidak bisa tuntas persoalan lahan ini.

” Kesalahan dari awal adalah miss komunikasi. saya tidak menyatakan tidak tahu, saya rasa ada miss karena saya memulai dari awal.” Katanya menjelaskan.

Untuk itu, guna memecahkan persoalan ini, Prastiwanto intensif berkomunikasi dengan Pemda Lombok Tengah. Rapat juga sudah dilakukan guna mempercepat proses hibah ini. Dia juga mengaku selalu berkomunasi dengan wakil bupati tentang persoalan ini.

” Kemaren saya undang karena ini menyangkut kepentingan umum, orang banyak. akhirnya itu, kesepakatan ada proses hibah.” Tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here