Beranda Traveling dan Wisata Demam Desa Wisata, Bukan Direkayasa Dan Dipaksakan. Sekedar Untuk Selfie

Demam Desa Wisata, Bukan Direkayasa Dan Dipaksakan. Sekedar Untuk Selfie

303
0
BERBAGI
Salah satu spot selfy desa wisata di Lombok Tengah

Koresponden Koranmerah [Jumat,8/2]


Menyikapi boomingnya Desa Wisata di Lombok Tengah, Lembaga Swadaya Masyarakat Kasta NTB melihat dari dua sisi yakni antusiasme masyarakat dan berpijak pada realitas potensi Desa masing masing yang layak untuk dijadikan andalan bagi pariwisata Kabupaten Lombok Tengah.

“Mau tidak mau potensi Desa wisata merupakan anugerah yang patut di syukuri oleh warga Lombok Tengah, selain di syukuri juga harus ada upaya yang konkrit dengan cara mengerahkan Pokdarwis masing masing Desa masing masing agar tidak salah dalam memberikan label bagi Desa wisata yang dibentuk”. Ungkap ketua pembina Kasta NTB Lalu Wink Haris.

Lalu Wink juga melanjutkan bahwa melihat antusiasme masyarakat dalam menyambut Desa wisata hari hari ini, tentu merupakan hal yang sangat positif artinya kesadaran masyarakat yang melihat potensi wisata yang berada di Desa masing masing sudah mulai terbangun.

” Setidaknya masyarakat mulai berani untuk berekspektasi tentang desa mereka yang layak menjadi tumpuan harapan, layak dijual untuk mendapatkan income Desa dari sektor pariwisata, sekaligus mungkin dapat merubah secara perlahan stigma masyarakat Desa yang hanya mengandalkan income lewat sektor pertanian dan sumber dana Desa yang tentu terbatas,” pungkasnya.

Dibalik Uporia menyambut Desa wisata yang digalakkan, menurut Kasta ada hal yang sangat urgen untuk diperhatikan dan jangan dilupakan. Dimana membangun Desa wisata juga tidak bisa mengandalkan dan bermodal semangat. Keinginan yang kuat akan tetapi harus berpijak kepada kondisi realitas potensi Desa masing masing, baik dari segi alam, pemandangan dan lainnya.

” Sehingga Desa yang dipromosikan menjadi Desa Wisata bisa dijadikan modal untuk dipromosikan sebagai branding dan produk unggulan Desa,”pinta nya.

Oleh karena itu Kasta menilai pariwisata di Desa pada dasarnya harus relevan dengan kondisi geografis sekitar Desa yang akan dipromosikan tersebut, sehingga prosesi dalam mempromosikan Desa wisata tersebut tidak sekedar menjadi brand yang tumpul sebab beberapa faktor yang masih belum bisa berkata banyak dalam mensupport promosi Desa Wisata.

“Kami sangat mendukung Desa wisata akan tetapi dengan konsep potensi Desa yang alami, refrensi dengan konsep karakteristik Desa masing masing, bukan Desa wisata yang muncul sebagai spot yang dipaksakan, view nya hanya view langit sebab kondisinya gundul, hanya disediakan sebuah “berugak” kemudian dijadikan tempat selfi muda- mudi. Kalau menurut kami adalah semua Desa wisata harus muncul berdasarkan kealamiahannya akan tetapi terkonsep jelas, bukan Desa wisata yang rekayasa dan dipaksakan”. Jelasnya. (Km06/Rzn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here