Beranda Publik Politik Dewan Dan Pemda Loteng Bentuk Pansus Penjualan Asrama Mahasiswa

Dewan Dan Pemda Loteng Bentuk Pansus Penjualan Asrama Mahasiswa

306
0
BERBAGI
Sidang Paripurna pembentukan Panitia Khusus penjualan aset Asrama Mahasiswa Lombok Tengah di Malang

Koresponden Koranmerah [Selasa,12/2]


DPRD Lombok Tengah menggelar sidang pembentukan Panitia Khusus dalam rangka rencana penjualan Aset Pemda berupa Asrama mahasiswa Lombok Tengah di Malang Jawa Timur, Selasa [12/02].

Sidang Paripurna kali ini dipimpin langsung Ketua DPRD, H.Ahmad Fuadi, Sementara dri Pemda Loteng hadir Sekda Lombok Tengah, HM.Nursiah.

Dalam penjelasan Pemerintah Daerah yang dibacakan oleh Sekretaris Dewan disampaikan bahwa penjualan aset Pemkab Lombok Tengah berupa Asrama ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang pengelolaan barang milik daerah pasal 331 ayat 1.

Dimana berdasarkan peraturan tersebut, penjualan aset daerah atau pemindahan barang milik daerah dengan nilai aset lebih dari Rp 5 milyar akan bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan dari DPRD.

Sehingga Pemda berharap agar rencana tersebut disetujui Dewan sebagai dasar penjualan secara lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang.

Usai penyampaian pemerintah daerah, rapat paripurna diskor selama 15 menit untuk memberikan kesempatan masing-masing fraksi menyampaikan usulan anggotanya yang akan duduk dalam keanggotaan Panitia Khusus (Pansus). Setelah melalui pembahasan internal, 9 fraksi di DPRD Lombok Tengah sepakat untuk membentuk Pansus.

” Sesui hasil rapat Pansus, dapat kami sampaikan nama ketua, wakil ketua sebagai berikut. satu, ketua M.Samsul Qomar, wakil ketua, M.Tauhid. apakah dapat disetujui ?” kata ketua DPRD, Ahmad Fuaddi yang dijawab serempak disetujui oleh anggota dewan.

Lebih lanjut, Ahmad Fuaddi menjelaskan setelah terbentuk Pansus Penjualan Aset Asrama Mahasiswa ini akan mulai bekerja melakukan pembahasan dari tanggal Rabu,13-Rabu tanggal 20 Februari 2019.

Sebelumnya penjualan lahan dan bangunan asrama mahasiswa di desa Kolehan, kecamatan Beliping kabupaten Malang ini merupakan masukan dari dewan juga, mengingat kondisi dan letak asrama itu tidak mejangkau pusat pendidikan. rencananya setelah dijual Pemda akan mencari lokasi yang lebih dekat dengan kota dan universitas tempat mahasiswa Lombok Tangah menimba ilmu di Malang. [ADV]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here