Beranda Hukum Kriminal Memanas, Demo Pemberhentian Perangkat Desa Ungge Diwarnai Kericuhan

Memanas, Demo Pemberhentian Perangkat Desa Ungge Diwarnai Kericuhan

1010
0
BERBAGI
Suasana kericuhan saat demo di kantor desa Ungga, Praya Barat Daya, Lombok Tengah

Koresponden Koranmerah [Selasa,12/2]


Demontrasi di kantor desa Ungge, Praya Barat Daya, Lombok Tengah pada hari ini, Selasa [12/2] terkait pemberhentian perangkat desa berlangsung ricuh.

Massa pro Kepala Desa sudah menunggu massa kontra kepala desa di kantor desa dengan menggelar Yasinan. Terpancing dengan situasi, sempat terjadi aksi dorong-dorongan dan adu mulut antara pro kades dan kontra kades. Beruntung segera dilerai oleh aparat yang sejak pagi sudah berjaga di lokasi.

Aksi yang kedua kalinya ini, warga menuntut BPD mengeluarkan surat peringatan ke-2 terhadap kepala desa yang melanggar Perbup Loteng No.43 tahun 2018 tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Kades Ungge dinilai tak mengindahkan peraturan ini.

” Menuntut BPD untuk mengajukan pemberhentian terhadap kepala desa ungga yang sewenang wenang dalam pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.” teriak massa Aksi.

Sementara itu, Ketua LSM TIPAK Lombok meminta kepada PEMDA Loteng yang memiliki tugas mengawasi dan pembinaan terhadap pemerintah desa bertindak untuk segera menyelesaikan persoalan ini

” Kalau tidak diselesaikan akan memicu konflik horizontal ditengah masyarakat dan akan mengganggu pelayanan publik karena massa aksi atau forum peduli desa akan terus menuntut agar kepala desa menjalan tata pemerintah sesuai dengan UU agar TDK sewenang2 dan Asas umum pemerintahan yang baik,” kata Apriadi Abdi Negara.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan adanya massa pro Kades yang berada di kantor desa. LSM TIPAK Lombok akan melaporkan pihak-pihak yang ingin memicu keributan saat demo di kantor desa Ungga.

” Kami akan melaporkan siapa yg menghadirkan masyarakat tersebut untuk melawan massa aksi yg sudah di izinkan oleh pihak keamanan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Abdi meminta warga Ungge tidak terprovokasi oleh pihak tertentu sehingga menimbulkan gesekan massa,” saya rasa wajar masyarakat melakukan aksi karena pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa secara sewenang wenang,”tambanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here