Beranda Publik Politik Perawat Honorer Kritik Pemda Loteng: Tak Setuju Bangun Rumah Sakit Dari Hutang

Perawat Honorer Kritik Pemda Loteng: Tak Setuju Bangun Rumah Sakit Dari Hutang

558
0
BERBAGI
ketua Korda Loteng Gerakan Perawata Honorer Indonesia, Sufrianto,S.Kep.Ns

Koresponden Koranmerah [Selasa,12/2]


Gerakan Perawat Honor Indonesia Korda Loteng tidak setuju Pemda Lombok Tengah membangun Rumah Sakit dari hasil hutang. Hal ini untuk menanggapi tawaran PT.SMI yang masih membuka peluang kepada Pemda Loteng untuk berhutang guna membangun sarana vital, salah satunya rumah sakit.

” Mendingan perbaiki dan fikirkan bagaimana mencari solusi agar tenaga kesehatan mendapatkan upah yg layak,” ungkap ketua Korda Sufrianto,S.Kep.Ns

Sufrianto menilai tidak terlalu penting rumah sakit megah tanpa peralatan yang canggih yang mumpuni guna merawat warga. Ujungnya nanti, warga Lombok Tengah akan berobat ke luar daerah. Lebih penting yang dilakukan Pemda adalah memperhatikan SDM, terutama kesejahteraan perawat.

” Sekali lagi lebih yg tidak kalah penting adalah SDMnya yang harus diperhatikan, karyawannya, tenaga kesehatannya harus mndapatkan upah yg layak. Dalam menangani tenaga kesehatan, Pemda tidak pernah serius, apalagi dengan terkait PPPK, Ppemda belum ada kejelasan untuk usulan tenaga kesehatan.” jelasnya.

Nasib nelangsa dialami perawat yang kini kesejahteraanya tak terurus. Mereka diberikan honor ala kadar dan tidak manusiawi untuk gaji bagi tenaga profesi seperti perawat.

” Bayangkan saja mereka mereka yang honor itu mendapatkan Rp.100 ribu sebulan, itu pun dari pengasik asik [belas kasihan]. Jadi jangan mimpi untuk membangun rumah sakit kalo SDM kesehatannya benar benar tidak diperhatikan. Kami berharap Pemda bisa benar-benar memikirkan kami, demi kemaslahatan bersama demi kemaslahatan masyarakat khususnya Lombok Tengah,” pungkas pria asal Pujut itu panjang lebar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here