Beranda Hukum Kriminal Sudah Keluarkan SP 2 Kali, BPD Desa Ungge Buat Surat Pemberhentian Kades

Sudah Keluarkan SP 2 Kali, BPD Desa Ungge Buat Surat Pemberhentian Kades

1067
0
BERBAGI
Suasana kericuhan saat demo di kantor desa Ungga, Praya Barat Daya, Lombok Tengah

Koresponden Koranmerah [Selasa,19/2]


Badan Permusyawaratan Desa [BPD] Desa Ungge kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah mengeluarkan surat rekomendasi untuk pemberhentian kepala desa Ungge, Suasto Hadi Putro.

Surat rekomendasi pemberhentian Kades Ungge ini merupakan imbas dari gejolak yang terjadi akibat pemecatan perangkat desa yang dinilai banyak pihak sebagai tindakan kesewenang-wenangan kades yang baru dilantik Desember 2018 lalu ini.

BPD Desa Ungge menyebutkan BPD sudah melayangkan surat teguran dan peringatan kepada kades untuk menganulir keputusannya dalam pemecatan perangkat desa, namun kades tidak mengindahkan. Surat peringatan itu sudah dilayangkan BPD selama 2 Kali.

” Kita sudah berikan surat peringatan selama dua kali. untuk kades mencabut keputusannya karena bertentangan dengan peraturan, namun kades tidak merespon sehingga kita buat rekomendasi pemberhentian sementara,” Kata Wakil Ketua BPD Ungge, Abdul Kahar.

Akibat pemberhentian Kadus dan Kaur serta Staf Desa Ungge ini, BPD melihat kondisi desa Ungge penuh gejolak dan membahayakan situasi desa. Keputusan pemberhentian kades ini sudah dipikirkan mateng oleh ketua dan anggota BPD secara keseluruhan.

” Kemaren ada orang begawe, ada dua Kadus yang datang. masyarakat bingung, BPD juga bingung. ini sangat berbahaya bagi kondisi desa,” beber Kahar mencontohkan.

Surat rekomendasi ini dikirim ke Bupati Lombok Tengah melalui DPMD pada hari ini [Selasa/19]. BPD berharap agar bupati segera menindak lanjuti.

Sebelumnya, berulangkali massa mendatangi kantor Desa Ungge guna menggelar unjuk rasa memprotes pemecatan sejumlah aparat desa oleh kades yang dituding melanggar surat edaran Pemda Lombok Tengah yang menekankan agar tidak dilakukan pemecatan perangkat desa tanpa prosedur yang sesui ketentuan pasca pelantikan Kades serentak Desember 2018 lalu.

BACA JUGA: Yatofa Bodak Jaring Kandidat Bupati Dari Birokrat, Suaka: Tuan Guru Fadli Kegenitan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here