Beranda Publik Politik 53 Pasangan Suami Istri Jalani Sidang Itsbat Nikah di Lombok Barat

53 Pasangan Suami Istri Jalani Sidang Itsbat Nikah di Lombok Barat

183
0
BERBAGI
Suasana Sidang Istbat nikah, kegiatan yang diselenggarakan Polres Lobar

Koresponden Koranmerah [Jumat,22/2]


Polres Lombok Barat bekerja sama dengan Pengadilan Agama Giri Menang dan Kemenag Lombok Barat melaksanakan Layanan sidang Itsbat Nikah bagi warga tidak mampu di Aula Patriatama Polres Lobar, Kamis (20/02).

Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi, S.I.K. mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh Polres Lobar bekerjasama dengan Pengadilan Agama Giri Menang dan KUA Kec. Gerung.

“Sidang diikuti oleh 53 pasang, dan ini adalah bentuk kepudulian kita terhadap pasangan yang sudah menikah secara Hukum Agama, tetapi secara Hukum Negara belum sah karena belum memiliki Akte Nikah,” Kapolres mengatakan.

Kapolres berpesan kepada seluruh pasangan Sidang Itsbat, yang secara sadar diri telah ikut dalam sidang diharapkan tercipta keluarga yang harmoni, mawadah, dan warohmah.

“Banyaknya nikah sirih tanpa prosedur, akan berimbas kepada anak terkait dengan akte kelahiran,” imbuhnya.

Kapolres mengharapkan dengan adanya kegiatan ini, bagi masyarakat yang belum melaksanakan nikah secara hukum, bisa tergugah untuk segera mengurus keabsahan nikah secara hukum.

Semenetara itu, Kepala Pengadilan Agama Giri Menang Baiq Halkiah,S.Ag, mengatakan bahwa Pengadilan Agama Giri Menang memberi apresiasi yang setinggi tingginya kepada Kapolres Lobar  yang sudah bersedia dan memfasilitasi Sidang Itsbat ini.

“Acara ini sebenarnya rangkaian Meilineal Road Safeti Festival, ternyata selain polri mengurus ketertiban masyarakat dibidang lalu lintas, sungguh mulia Polri terutama Polres Lobar mengisi dengan acara nikah itsbat,” katanya.

Pada kesempatan itu pula, Baiq Halkiah,S.Ag menjelaskan bahwa yang bisa di itsbathkan antara lain, perkawinan untuk mengesahkan  perkawinan seperti nikah sirih,  akte nikah yang hilang sehingga diisbatkan kembali utk keluarnya akte nikah baru, perkawinan yang terjadi sebelum tahun 1974, karena belum ada aturan akte nikah,

” Sudah menikah tapi syarat – syarat nikah belum terpenuhi dan Jika perkawinan terjadi tetapi belum teecatat di KUA, ” kata Halkiah.

Selanjutnya proses Sidang Nikah seluruh peserta sekaligus Khotbah nikah yang disampaikan oleh TGH. DR Lalu Ahmad Zaenuri  Lc.Ma memberikan tausiah kepada peserta

“Saling mengerti dan memberi di dalam rumah tangga dan perbuatan suami istri termasuk kategori  jihad,” ungkapnya.

TGH. DR Lalu Ahmad Zaenuri mengingatkan pentingnya suami memberikah nafkah, baik nafkah lahir maupun batin, dan istri diwajibkan hormat kepada suami.

Penting Dibaca: Jaringan Santri NTB Dukung Jokowi-Ma’ruf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here