Beranda Publik Politik 5 Dusun di Batu Jangkih Terisolir. Seperti Pinggiran Papua

5 Dusun di Batu Jangkih Terisolir. Seperti Pinggiran Papua

675
0
BERBAGI
Kondisi jalan dusun di desa Batu Jangkih, Praya Barat Daya

Koresponden Koranmerah [Selasa, 26/2]


Menengok Lombok Tengah di ujung selatan, semua orang akan takjub dengan keindahan alam dan bangunan untuk pariwisata yang megah, baik itu bangunan villa atau jalan lingkar selatan pariwisita yang sudah bagus.

Akan tetapi, di Desa yang paling selatan, Desa Batu Jangkih, masih terdapat Dusun yang masih terisolir, namanya Dusun Gerintuk.

Dusun Gerintuk terdapat di ujung barat Desa Batu Jangkih. Kondisi infrastruktur yang ada di Dusun Gerintuk sungguh memprihatinkan, sebab jalan yang dilalui sepanjang 5 kilometer tersebut tidak bisa dilalui oleh sepeda motor atau maupun mobil.

Sepanjang tahun 1997 semenjak dibukanya batang jalan sampai tahun 2000, masyarakat di Dusun Gerintuk masih merasakan kesenjangan. Jumlah penduduk di Dusun ini, 500 orang meliputi Dusun Gerintuk 1 dan. Warga di Dusun ini tidak dapat menjalankan roda perekonomian, pendidikan dan kesehatan karena kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah.

“Kami bukan menafikan bantuan program pemerintah, pernah di Dusun kami ada proyek PNPM yang kemarin zamannya SBY sudah diprioritaskan, akan tetapi tidak maksimal, sehingga Jembatan penghubung terputus.
Polindes belum terwujud, padahal akses kesehatan kami sangat butuhkan, akses jalan masih tidak seimbang, antara Dusun yang lain di Desa Batu Jangkih,” ungkap Idham, Kepala Dusun Gerintuk 1.

Dusun Gerintuk 1 dan Gerintuk 2 dilewati oleh tiga Dusun yakni Dusun Pemoles, Semper, Renseng juga mengalami nasib yang sama terkait infrastruktur, dimana kondisi jalan bebatuan dan terjal serta serta berlubang.

” Pekerjaan masyarakat di Dusun ini adalah dorong motor atau dorong mobil jika ada yang melintas, dan dorongnya bukan main-main jaraknya, kami dorong sepanjang lima kilometer,” jelas Azhar, Kepala Dusun Gerintuk 2.

Dusun Gerintuk sendiri bukan Dusun Transmigrasi, sehingga harusnya pemerintah desa dan kabupaten dapat memberikan perhatian kepada 5 dusun di desa Batu Jangkih ini yang mengalami ketertinggalan di bidang infrastruktur.

” Kami sempat blokir penduduk untuk dekade pemilihan gubernur kemarin untuk tidak mencoblos, dan betul, dari 500 orang lebih tersebut hanya 25 orang yang pergi ke TPS di Dusun kami. Kenapa itu kami lakukan, sebab kami sudah bosan, seolah-olah kami hanya mempunyai kewajiban akan tetapi tidak punya hak secara konstitusi, dan bahkan daerah dusun kami sering disebut daerah pinggiran Papua,” tandas Abdurrahman, Salah seorang warga.

Melihat kondisi ini, salah satu anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Dapil Praya Barat dan Praya Barat Daya, Majrun, menyempatkan untuk berkunjung melihat kondisi jalan di Dusun Gerintuk, dan membetulkan kondisi yang diderita oleh penduduk dusun setempat;

“Kesan saya terhadap kondisi di 5 Dusun termasuk dusun Gerintuk adalah sangat memprihatinkan dan menyayat hati.Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, khususnya Pemerintah Desa Batujangkih, Kecamatan Praya Barat Daya,” ungkap Majrun.

Majrun juga menegaskan akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kades Batu Jangkih guna menindaklanjuti keluhan masyarakat di 5 dusun ini. Ia juga akan menyampaikan kepada pemerintah daerah terkait kondisi yang diderita oleh warga Batu Jangkih ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here