Beranda Nasional Zaenul Majdi Bilang Jangan Kutip Ayat Perang, Moeldoko Sebut Perang Total

Zaenul Majdi Bilang Jangan Kutip Ayat Perang, Moeldoko Sebut Perang Total

164
0
BERBAGI
M.Zaenul Majdi dan Moeldoko

Editorial Koranmerah [Selasa,26/2]


Mantan Gubernur NTB dan politisi Golkar, Muhammad Zainul Majdi meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. Zaenul menegaskan Indonesia sedang tidak berperang. Indonesia sedang memilih presiden, bukan selayaknya perang Badar seperti digembar gemborkan sebelumnya oleh kubu yang berada dimotori alumni 212.

Hal tersebut disampaikan Zaenul Majdi dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya, Jumat (6/7/2018).

“Siapa pun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru, yang saya muliakan, berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang Alquran. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan,” ujar Ketua Bidang Keumatan DPP Golkar ini.

Menurut pria yang kerab dipanggil TGB itu, persaudaraan adalah aset Indonesia yang tak terlihat. TGB menegaskan jangan sampai menyebut lawan politik sebagai ‘kafir Quraish’.

“Apa aset kita yang tidak terlihat sebagai bangsa, aset yang tidak terlihat itu adalah persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa,” tutur ketua PBNW Pancor itu.

Seperti diketahui, Zaenul secara mengejutkan menjatuhkan dukungan ke Jokowi diakhir masa pemerintahannya. Ia kini sibuk mengkampanyekan Jokowi ke sejumlah daerah. Ia ditugaskan Oleh Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf di provinsi Jawa Barat.

Namun dalam kesempatan lain, Wakil Ketua TKN yang juga merangkap sebagai Ketua Harian TKN, Moeldoko menyampaikan, timses Jokowi-Ma’ruf Amin tengah bersiap untuk ‘perang total’.

“Strategi, saat ini kita menyebutnya dengan istilah perang total. Di mana hal-hal yang kita kenali adalah menentukan center of gravity dari sebuah pertempuran itu. Kita sudah memiliki center of gravity itu, sehingga kita tahu harus bagaimana setelah mengenali center of gravity itu,” ucap Moeldoko di Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (13/2/2019). Dilansir Liputan6.com.

Selain itu, lanjut dia, konsep yang akan dikedepankan adalah akan selalu mendahului. “Kita tidak mau fotocopy. Jadi yang kita lakukan adalah betul-betul sesuatu yang baru dan kita tidak mau mengikuti apalagi fotocopy,” jelas Moeldoko.

Strategi-strategi tersebut akan dijalankan oleh semua komponen dari kekuatan TKN Jokowi-Ma’ruf. Mereka pun akan memastikan semuanya terlaksana dengan baik, terkontrol, dan akan ada evaluasi berkala.

Namun, setiap daerah akan menggunakan metode yang berbeda sesuai dengan isu di tingkat lokal.

“Bukan lagi potensi (kekuatan) tapi kita menuju kepada kekuatan, kita kenali semua target-target, strategi yang kita terapkan dengan isu lokal, tidak harus terkonsentrasi, tapi karakteristik daerah memiliki karakter yang berbeda. Semua itu terorganisir dengan baik dan kita bisa baca hasilnya. Itulah kira-kira yang kita lakukan. Kita tidak bicara perang taktis, karena itu bagian yang saya sembunyikan,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here