Beranda Publik Politik Gubernur Zul: Sampah Nggak Cukup, Ini Kan Ironi

Gubernur Zul: Sampah Nggak Cukup, Ini Kan Ironi

201
0
BERBAGI
Gubernur NTB, Zulkifliemansyah saat hadir dalam acara pemberian alat angkut sampah dari kementerian

Koresponden Koranmerah [Jumat, 1/3]


Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Anggota Komisi VII DPR RI Dr. H. Kurtubi menyerahkan 40 unit Motor Roda Tiga untuk sarana angkutan sampah di tingkat Desa. Di Desa Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Kamis, (28/2).

Penyerahan 40 Motor roda tiga tersebut, berasal dari bantuan kementerian lingkungan hidup, bekerjasama dengan komisi VII DPR RI sebagai upaya dalam mendukung program Zero Waste yang merupakan ikhtiar pemerintah mewujudkan NTB bebas sampah.

Gubernur Doktor Zul, dalam sambutannya menyampaikan trimakasih atas perhatian Anggota DPR RI yang telah memberikan perhatian cukup besar dalam mendukung program Zero Waste yang menjadi salah satu program pemerintah di NTB saat ini.

“Zero Waste Management merupakan hal yang didambakan oleh masyarakat NTB. NTB harus bangga punya anggota DPR RI yang berjuang untuk NTB. Pemerintah juga harus hadir memberikan support kepada putra NTB yang berjuang untuk NTB ,” ujarnya.

Gubernur optimis dengan pembagian sarana angkutan sampah di tingkat desa-desa di NTB, akan membantu dalam pengelolaan sampah yang baik di kabupaten/kota yang ada di NTB.

Gubernur NTB juga menyebutkan NTB sudah membangun pabrik pengolahan sampah dengan memamfaatkan lalat untuk memprosesnya menjadi pupuk, Namun ternyata sampah yang diolah tidak cukup.

” Apa yang terjadi ketika kita punya pabrik pengolahan sampah. Sampah kita ternyata nggak cukup. Kita punya lalatnya, punya pupuknya, tapi sampahnya nggak cukup, ini kan ironi sekali. kita butuh sampah lebih banyak, tapi sampahnya ternyata nggak cukup memenuhi kemampuan produksi kita,” kata Zul.

Kedepan dengan adanya fasilitas angkutan sampah tersebut, gubernur berharap proses pemilahan sampah organik dan nonorganik dilakukan mulai dari tingkat Rumah Tangga, RT, RW, Dusun dan Desa, dengan membangun Bank-bank sampah sebagai tempat pengolahan sehingga sampah yang semula mendatangkan masalah tapi akan mendatangkan berkah, sebagai nilai tambah ekonomi masyarat di NTB.

“Masalah sampah, diperlakukan dengan baik tidak akan mendatangkan masalah tapi berkah”, tandasnya.

Untuk mendorong mimpi besar NTB bebas sampah tersebut, gubernur memerintahkan Dinas KLH Provinsi NTB untuk turun langsung ke lapangan, mendatangi Ponpes-ponpes dan Desa-desa di NTB, untuk mendorong pembentukan bank sampah untuk mengelola sampah menjadi fungsi yang positif dan yang berguna.

“KLH datang ke Ponpes-ponpes, Desa-desa, dorong pembentukan bank sampah, sehingga sampah menjadi berkah buat kita semua, sehingga akan menghadirkan kesehatan dan kemakmuran untuk kita semua”, pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here