Beranda Hukum Kriminal Anaknya Pergi Main Hujan, Pulang Jadi Mayat

Anaknya Pergi Main Hujan, Pulang Jadi Mayat

143
0
BERBAGI
Kondisi Yudi Saputra yang ditemukan meninggal terbawa arus sungai di Lombok Timur

Koresponden Koranmerah [Senin, 4/3]


Seorang balita berusia 3,5 tahun bernama Yudi Saputra asal Dusun Punik Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa lagi di kali besar yang tidak jauh dari rumahnya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (2/3) kemarin, sekitar pukul 13.30 Wita.

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan oleh Pihak Kepolisian yang disampaikan Kapolres Lombok Timur melalui Kasubbag Humas, IPTU L. Jaharudin, korban yang masih balita tersebut meminta izin pada ibunya, Haeruni (25 ) untuk bermain sambil mandi hujan di belakang rumahnya yang sempat dinasehati agar berhati-hati karena hujan yang cukup lebat membuat air kali yang berada di depan rumahnya naik.

Jeda satu menitan, Haeruni memanggil Yudi, namun tidak mendengar sahutan. Dengan spontan, sang ibu bergegas mencari si buah hati yang masih sangat kecil. Akan tetapi, Haeruni tidak juga bisa menemukan Yudi. Karenanya, ibu korban berteriak meminta bantuan warga lainnya.

Dibantu warga dan juga personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur yang segera mendatangi TKP setelah mendapatkan laporan, pencarian korban akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya korban di kali besar yang memiliki jalur dengan kali kecil di depan rumah korban yang berjarak sekitar 800 Meter dari rumah korban.

” Berdasarkan laporan kepolisian yang diterima personel Polsek Masbagik yang juga turun ke TKP menyebutkan bahwa korban Yudi ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa lagi,” Kata L. Jaharudin.

Sementara itu, pihak keluarga menerima dengan tabah dan ikhlas atas musibah yang menimpanya dan menganggap kematian korban murni disebabkan oleh faktor.

Polres Lombok Timur menghimbau kepada warga khususnya yang memiliki anak dibawah umur (balita) untuk tetap diawasi keberadaannya. Terlebih lagi dengan datangnya musim penghujan.

” Kali ataupun parit cenderung dialiri oleh air yang cukup deras. Dengan demikian, dibutuhkan pengawasan ekstra dari orang tua supaya tidak ada lagi korban hanyut akibat derasnya aliran air, “ tegas Jaharudin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here