Beranda Hukum Kriminal Polisi Borgol Dua Pelaku Curanmor Asal Barejulat. 5 Sepeda Motor Disita

Polisi Borgol Dua Pelaku Curanmor Asal Barejulat. 5 Sepeda Motor Disita

3736
1
BERBAGI
2 Pelaku Curanmor asal Desa Barejulat Lombok Tengah

Koresponden Koranmerah [Selasa, 12/3]


Tim Resmob Polres Lombok Tengah, Senin (11/3) kembali berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang selama ini meresahkan masyarakat.

Kedua pelaku yakni inisial IS (27) dan KD (38) Warga Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Sedangkan korban bernama H Muksin (42) warga Desa Gemel, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang,S.I.K. yang dikonfirmasi membenarkan kejadian penangkapan pelaku curanmor tersebut.

“Iya pelaku sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Rafles di kantornya, Selasa (12/3).

Dijelaskan, penangkap terhadap pelaku pencurian sepeda motor dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) inisial IS yang berada di Desa Barejulat itu dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Kemudian anggota melakukan penyelidikan dan begerak cepat untuk menangkap pelaku yang saat itu berada di rumahnya bersama pelaku KD.

“ Kedua pelaku saat sudah diamankan di Polres Lombok Tengah,” ujarnya.

Selain berhasil menangkap pelaku, Pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti lima unit motor yang diduga hasil curian.

Diantaranya satu unit sepeda motor Honda Beat DR 2588 SQ nomor rangka MH1JF21108K174702, satu unit sepeda motor Yamaha RX king dengan nomor rangka RXK161363K Nomor Mesin 29N009159, satu unit sepeda motor Honda Supra X nomor mesin HD1P53FMH, satu unit sepeda motor Suzuki FU nomor rangka MH8BG41CA7J145885 dan satu unit sepeda motor Suzuki FU dengan nomor rangka MH8BG41CAAJ382553.

“Jumlah barang bukti yang diamankan itu sebanyak 5 unit motor,” jelasnya.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 7 Tahun,” pungkasnya.

1 KOMENTAR

  1. Selamat pagi redaksi koran merah. Terimakasih sudah “tajam memberitakan”. Tetapi alangkah lebih elok jika judul beritanya tidak membangun framing kurang baik bagi citra sebuah desa. Banyak cara yang menarik lainnya untuk memberitakan sesuatu selain menyebut nama sebuah desa menjadi judul berita. Terimakasih

    Salam hangat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here